Kamis, 4 Juni 2026

video

Video : California Berlakukan Lockdown Total Setelah Ancaman Bom dan Penyanderaan di Bank

Pusat kota California diberlakukan lockdown total setelah muncul ancaman bom dan insiden penyanderaan di sebuah bank.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
  • Otoritas California memberlakukan lockdown total di kawasan pusat kota setelah laporan ancaman bom dan penyanderaan di sebuah bank. 
  • Polisi, tim penjinak bom, serta pasukan khusus dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan memastikan keselamatan warga.

 

BANGKAPOS.COM--Otoritas keamanan di California memberlakukan lockdown total di kawasan pusat kota setelah muncul laporan ancaman bom yang disertai insiden penyanderaan di sebuah bank, Rabu (4/6/2026) waktu setempat.

Langkah darurat tersebut diambil guna menjamin keselamatan warga serta memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk menangani situasi yang berkembang di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi awal, ancaman bom dilaporkan terjadi bersamaan dengan aksi penyanderaan di dalam sebuah bank yang berada di kawasan pusat kota.

Polisi segera menutup akses menuju area tersebut dan meminta masyarakat menjauh dari lokasi demi alasan keamanan.

Petugas kepolisian, tim penjinak bom, serta satuan taktis khusus diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan mengamankan situasi.

Sejumlah jalan utama di sekitar lokasi ditutup sementara, sementara aktivitas perkantoran dan bisnis di area terdampak dihentikan.

Pihak berwenang juga menginstruksikan warga yang berada di sekitar pusat kota untuk tetap berada di dalam gedung atau rumah masing-masing hingga situasi dinyatakan aman.

Sistem transportasi di beberapa titik turut mengalami gangguan akibat penerapan lockdown.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih melakukan negosiasi dan penyelidikan terkait ancaman tersebut.

Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah sandera maupun identitas pelaku yang terlibat dalam insiden itu.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti arahan resmi dari aparat keamanan setempat.

Otoritas berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan operasi penanganan yang sedang berlangsung.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved