Senin, 8 Juni 2026

Video

Video : Iran Gempur Kapal dan Pangkalan-pangkalan di Teluk, Pasukan AS Siaga

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan yang menargetkan kapal tanker serta pangkalan militer AS

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAOPS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan yang menargetkan kapal tanker serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Ketegangan ini terjadi di tengah rapuhnya upaya pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran untuk meredakan konflik.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Humas IRGC, insiden bermula saat empat kapal tanker minyak diduga melakukan pelanggaran aturan di Selat Hormuz atas hasutan tentara agresor Amerika Serikat. Kapal-kapal tersebut mencoba keluar secara ilegal tanpa koordinasi dan mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut IRGC. Akibatnya, satu kapal tanker ditembak dan dihentikan, sementara tiga kapal lainnya memilih berbalik arah.

Sebagai respons atas tindakan drone Amerika Serikat yang sebelumnya menghantam menara telekomunikasi di Qeshm dan Sirik, Angkatan Udara IRGC langsung meluncurkan rudal balistik ke pangkalan udara militer AS. Target serangan tersebut meliputi pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait dan fasilitas penting armada kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Pihak IRGC memperingatkan bahwa jika agresi ini diulangi, respons Iran tidak akan lagi terbatas dan musuh harus bertanggung jawab penuh atas konsekuensi penutupan total Selat Hormuz terhadap jalur keluar minyak dan gas.

Dampak dari perang rudal ini juga dilaporkan menghantam pangkalan udara Al Udeid milik AS di Qatar, yang mengalami kerusakan luas hingga tidak dapat beroperasi kembali. Kerusakan parah yang baru terungkap ke publik ini memicu diskusi serius di internal Washington mengenai kelayakan membangun kembali pusat militer tersebut karena lokasinya yang dinilai terlalu rentan terhadap ancaman Iran.

Selain itu, Angkatan Darat Iran meluncurkan rudal peringatan Qadir dan drone serang Shahed ke arah dua kapal perusak AS yang dinilai melewati batas maritim. Tindakan tegas ini memaksa kelompok serang kapal induk USS George H.W. Bush dan kapal amfibi USS Tripoli meninggalkan Laut Oman menuju Samudra Hindia.

Merespons gelombang serangan tersebut, pemerintah Kuwait dan Bahrain segera mengaktifkan kembali sistem pertahanan udara mereka untuk menghalau ancaman rudal dan pesawat tanpa awak. Pihak militer Kuwait mengonfirmasi adanya suara ledakan di seluruh negeri yang berasal dari proses pencegatan rudal, dan mengutuk serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan negara yang berbahaya. Sementara itu, otoritas Bahrain mengeluarkan peringatan serangan udara dan meminta warganya untuk segera mencari tempat perlindungan.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya di Timur Tengah tetap dalam kondisi siaga penuh. Melalui akun resmi media sosialnya, CENTCOM mengumumkan telah menembak jatuh dua drone serang satu arah milik Iran di atas Selat Hormuz karena dianggap mengancam lalu lintas maritim internasional. Langkah ini menyusul tindakan CENTCOM yang sebelumnya juga telah menembak jatuh empat drone Iran serta menyerang situs radar pengawasan pantai milik Teheran. Pihak militer AS menegaskan akan terus bersiaga dan membela diri dari segala bentuk agresi yang dilakukan oleh Iran.

Sementara itu, di medan pertempuran darat yang terpisah, wilayah Lebanon Selatan juga membara. Gelombang serangan drone FPV dari kelompok Hizbullah dilaporkan berhasil menghancurkan markas komando militer Israel di Kota Zoutar. Lembaga militer Israel disebut terjebak dalam rawa taktis yang melumpuhkan jajaran komando unit elit dari Brigade Infanteri Givati, sehingga memaksa militer Israel merevisi taktik operasional mereka dan menarik seluruh formasi dari medan perang tersebut. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved