Maras Taun di Desa Jangkarasam
Bupati dan Kapolres Coba Main Lesong Batang
Maras Taun merupakan kegiatan adat istiadat masyarakat Belitong, yang sudah menjadi tradisi turun temurun
Tayang:
bangkapos.com/rusmiadi
Bupati Beltim Basuri T Purnama dan Kapolres Beltim mencoba bermain Lesong Batang, yang merupakan permainan tradiosional Belitong, saat berlangsung acara Maras Taun di Desa Jangkarasam Kecamatan Gantung.
Laporan wartawan Bangkapos Rusmiadi
GANTUNG, BANGKAPOS.com -- Maras Taun merupakan kegiatan adat istiadat masyarakat Belitong, yang sudah menjadi tradisi turun temurun dan dilaksanakan dalam setiap tahunnya. Sebagai bentuk untuk membersihkan diri dan menyelesaikan berbagai permasalahan, serta persoalan pada tahun sebelumnya.
Pelaksanaan Maras Taun secara rutin diadakan disejumlah perkampungan di Pulau Belitung, termasuk di Kabupaten Beltim Beltim, seperti yang diadakan di Desa Jangkarasam Kecamatan Gantung, bertempat dikediaman Tardi selaku pemuka adat atau dikenal dengan sebutan sebagai dukun muda diperkampungan setempat, Minggu (3/4/2011).
Perayaan Maras Taun Desa Jangakarasam ini dihadiri pula oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama, Kapolres Beltim AKBP Rajendra Sumihar, anggota DPRD Kabupaten Beltim Ardian, Kepala Desa Jangkar Asam Saparduin, beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Beltim serta sejumlah warga masyarakat dari berbagai tempat.
Rangkaian perayaan Maras Taun di Desa Jangkarasam ini diisi dengan permainan Lesong Batang oleh bupati dan kapolres, didampingi tokoh masyarakat setempat, serta atraksi permainan Lesong Batang oleh warga sekitar. Dilanjutkan dengan pemotongan lepat oleh bupati, lalu diserahkan ke kepala desa dan Ketua Adat Desa Jangkarasam Hasin, yang juga sebagai dukun kampung setempat.
"Adat istiadat Belitong seperti ini perlu dijaga dan dipelihara, serta dapat dilaksanakan dalam setiap tahunnya. Saya bermimpi Maras Taun ini jadi trade mark, dalam pengembangan dunia pariwisata di Kabupaten Beltim," ungkap Basuri.
Ia berharap ada pengembangan dan penggalian yang lebih terhadap kesenian tradisional Belitong, seperti halnya dalam atraksi Lesong Batang dapat diiringi dengan alunan musik campak, serta nyanyian syair pantun oleh anak-anak muda. Sehingga memiliki ciri khas tersendiri, dan bisa menarik perhatian orang luar untuk datang.
GANTUNG, BANGKAPOS.com -- Maras Taun merupakan kegiatan adat istiadat masyarakat Belitong, yang sudah menjadi tradisi turun temurun dan dilaksanakan dalam setiap tahunnya. Sebagai bentuk untuk membersihkan diri dan menyelesaikan berbagai permasalahan, serta persoalan pada tahun sebelumnya.
Pelaksanaan Maras Taun secara rutin diadakan disejumlah perkampungan di Pulau Belitung, termasuk di Kabupaten Beltim Beltim, seperti yang diadakan di Desa Jangkarasam Kecamatan Gantung, bertempat dikediaman Tardi selaku pemuka adat atau dikenal dengan sebutan sebagai dukun muda diperkampungan setempat, Minggu (3/4/2011).
Perayaan Maras Taun Desa Jangakarasam ini dihadiri pula oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama, Kapolres Beltim AKBP Rajendra Sumihar, anggota DPRD Kabupaten Beltim Ardian, Kepala Desa Jangkar Asam Saparduin, beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Beltim serta sejumlah warga masyarakat dari berbagai tempat.
Rangkaian perayaan Maras Taun di Desa Jangkarasam ini diisi dengan permainan Lesong Batang oleh bupati dan kapolres, didampingi tokoh masyarakat setempat, serta atraksi permainan Lesong Batang oleh warga sekitar. Dilanjutkan dengan pemotongan lepat oleh bupati, lalu diserahkan ke kepala desa dan Ketua Adat Desa Jangkarasam Hasin, yang juga sebagai dukun kampung setempat.
"Adat istiadat Belitong seperti ini perlu dijaga dan dipelihara, serta dapat dilaksanakan dalam setiap tahunnya. Saya bermimpi Maras Taun ini jadi trade mark, dalam pengembangan dunia pariwisata di Kabupaten Beltim," ungkap Basuri.
Ia berharap ada pengembangan dan penggalian yang lebih terhadap kesenian tradisional Belitong, seperti halnya dalam atraksi Lesong Batang dapat diiringi dengan alunan musik campak, serta nyanyian syair pantun oleh anak-anak muda. Sehingga memiliki ciri khas tersendiri, dan bisa menarik perhatian orang luar untuk datang.