SBY Tidak Serius Selamatkan Hutan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak serius menjalankan komitmennya menyelamatkan hutan
Penulis: M Ismunadi |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak serius menjalankan komitmennya menyelamatkan hutan dan mengurangi emisi akibat deforestasi. Banyaknya hal-hal mendasar masalah kehutanan yang sengaja diabaikan oleh Kementerian Kehutanan.
Demikian disampaikan koalisi organisasi masyarakat sipil untuk Penyelamatan Hutan Indonesia dan Iklim Global dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Kamis (22/9/2011).
Koalisi organisasi itu terdiri ari kumpulan organisasi lingkungan di Jakarta dan yang berasal dari wilayah propinsi percontohan project diantaranya Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Papua.
"Ketegasan dan kepemimpinan seorang Presiden diuji disini, pertimbangan politik kelihatannya menjadi lebih dominan daripada kepentingan rakyat dan lingkungan," ungkap Steni, Koordinator Program HuMA.
Bertumpuknya kasus yang berhubungan dengan tata kelola hutan pascapenerbitan INPRES No 10/2011, dimana didalamnya terdapat instruksi untuk membenahi tata kelola hutan tidak terwujud, paling tidak sampai dengan 4 bulan semenjak INPRES tersebut disahkan, menjadi bukti lain ketidakseriusan SBY.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Presiden selaku penandatangan instruksi tersebut abai dan tidak serius dalam proses implementasinya.
"Semestinya Presiden SBY belajar dari capaian kinerja Satgas REDD+ periode sebelumnya, dimana perbedaan kepentingan sektoral dalam satgas REDD hanya membuahkan masalah yang berlarut-larut dan tidak kunjung selesai," tegas Teguh Surya Kepala Departemen Hubungan Internasional dan Perubahan Iklim Walhi.