Bocah Penderita DBD Meninggal
Bangkapos.com - Sabtu, 21 Januari 2012 16:30 WIB
Berita Terkait
- Dinkes Basel Mesti Jemput Dana Global
- Virus Dengue Bikin Nyamuk Lebih Haus Darah
- Sofian: Alhamdulillah, Usulan Itu Sangat Baik
- DPRD Basel Akan Usulkan 159 Mesin Fogging
- Sofian Bantah Penderita DBD di Kepoh 20 Orang
- Penderita DBD Tertinggi di Tanjungpandan
- Penderita DBD di Belitung Meningkat Tajam
- DBD Menyebar di Lima Kecamatan
- Kadinkes Basel Bantah Fogging tak Maksimal
- DBD Terus Merebak di Bangka Selatan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Rudy
BANGKA POS. COM, BANGKA - Seorang warga jalan Menara Air tepatnya belakang Penginapan Sampurna, Muntok Kabupaten Bangka Barat, meninggal akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Korban DBD tersebut bernama Zulaiha (4), meninggal dunia pada Jumat, (20/1-2012) sekitar pukul 22.00 di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, setelah mendapat perawatan intensif beberapa hari di RSBT Pangkalpinang.
Bocah naas ini sebelumnya sempat dirawat di Pusyandik Muntok selama dua hari. Namun, karena kondisinya tak terus membaik kemudian Jumat pagi dilarikan ke RSBT Pangkalpinang.Namun Jumat malam Zulaiha menghembuskan nafas terakhir.
Berdasarkan keterangan pengelola program surveilein Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Tuti Anggraini, dikutip bangkapos.com, Sabtu, (21/1-2012), Zulaiha diketahui pertama kali menderita penyakit malaria. Namun hasil pemeriksaan darah terakhir korban juga ternyata mengidap DBD.
"Awalnya memang malaria, terakhir setelah diperiksa ternyata juga mengidap penyakit demam berdarah. Begitu mendapat laporan ada kasus kita langsung turun lapangan. Jumat kemarin kita telah melakukan fogging," terang Zulaiha.
BANGKA POS. COM, BANGKA - Seorang warga jalan Menara Air tepatnya belakang Penginapan Sampurna, Muntok Kabupaten Bangka Barat, meninggal akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Korban DBD tersebut bernama Zulaiha (4), meninggal dunia pada Jumat, (20/1-2012) sekitar pukul 22.00 di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, setelah mendapat perawatan intensif beberapa hari di RSBT Pangkalpinang.
Bocah naas ini sebelumnya sempat dirawat di Pusyandik Muntok selama dua hari. Namun, karena kondisinya tak terus membaik kemudian Jumat pagi dilarikan ke RSBT Pangkalpinang.Namun Jumat malam Zulaiha menghembuskan nafas terakhir.
Berdasarkan keterangan pengelola program surveilein Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Tuti Anggraini, dikutip bangkapos.com, Sabtu, (21/1-2012), Zulaiha diketahui pertama kali menderita penyakit malaria. Namun hasil pemeriksaan darah terakhir korban juga ternyata mengidap DBD.
"Awalnya memang malaria, terakhir setelah diperiksa ternyata juga mengidap penyakit demam berdarah. Begitu mendapat laporan ada kasus kita langsung turun lapangan. Jumat kemarin kita telah melakukan fogging," terang Zulaiha.
Penulis : rudy
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
