Puting Beliung di Namang Rusak 22 Rumah
Bangkapos.com - Selasa, 7 Februari 2012 00:13 WIB
Berita Terkait
- April, Belitung Sering Hujan
- Slamet: Gelombang di Perairan Bangka Belitung Relatif…
- Slamet Minta Masyarakat Waspadai Angin Kendang dan…
- Slamet: Babel Berpotensi Puting Beliung dan Angin…
- Angin Kencang, Atap Nenek Mastura Terbang
- Maret Masih Musim Hujan
- Gangguan Siklon Tropis Mulai Menghilang
- Waspadai Angin Kencang Hingga Tiga Hari ke Depan
- Lima Tim PLN Belitung Perbaiki Jaringan
- Purnawan Butuh Bantuan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 22 rumah warga di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (6/2/2012), rusak dihantam angin puting beliung.
Kejadian naas yang membuat warga setempat heboh tersebut, terjadi sekitar pukul 13.40 WIB, ketika warga sedang melakukan aktivitas seperti biasanya. Beruntung kejadian tersebut tidak merengut korban jiwa.
Namun, sejumlah rumah warga mengalami rusak cukup parah sebanyak 10 rumah, dan sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.
Informasi yang dihimpun bangkapos.com, peristiwa angin puting beliung tersebut, terjadi ketika warga sedanag melakukan aktivitas seperti biasanya.
Kejadian terjadi begitu singkat sekitar lima menit. Kejadian berawal saat turun hujan. Tiba-tiba, sekitar pukul 13.40 WIB datang dari arah tower BTS berupa pusaran menuju kearah lapangan bola Desa Namang dengan jarak diperkirakan sepanjang 600 meter.
Marno warga setempat mengatakan, awalnya datang angin berupa pusaran kecil, namun semakin lama semakin besar dan mengeluarkan suara deruan.
"Awalnya sih biasa, hanya angin kencang. Namun lama kelamaan berbentuk pusaran yang semakin lama, semakin besar. Kami pun takut dan hanya berada di dalam rumah," ujarnya singkat menceritakan awal datangnya angin yang diduga datang dari arah laut.
Akibat hantaman angin puting beliung tersebut, sejumlah rumah mengalami kerusakan. Bahkan Pohon Asem yang berdiameter 30 cm ikut tercabut. Bahkan ada dua rumah warga yang bagian gentengnya tersapu angin hingga tidak berbekas.
Kepala Desa Namang, Zaiwan kepada bangkapos.com mengatakan sejak menjabat sebagai kades Namang selama 12 tahun. Peristiwa angin puting beliung ini, baru pertama kali terjadi. Ini terbilang peristiwa yang mengerikan.
"Kalau melihat langsung pasti mengerikan. Anginnya kencang dan cuaca sekitar saat itu tiba-tiba langsung gelap gulita. Bahkan warga sempat panik saat itu. Pohon asem yang sepelukan orang dewasa saja tercabut dari akarnya," ceritanya.
Beruntung dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa. Hanya ada dua orang warga yang mengalami lecet di tangan dan kaki karena tertimpa genteng rumah yang berjatuhan dibawa angin.
Lebih lanjut dijelaskannya, daerah yang terkena angin puting beliung berada dalam satu garis lurus sepanjang 600 meter, mulai dari tower BTS milik salah satu operator telepon selular yang terdapat di desanya, hingga ke lapangan sepakbola. Rumah warga yang berada di jalaur tersebut, rusak semuanya. Ada yang atapnya terbuat dari asbes berhamburan, genteng dan kayu penyangga juga melayang tersapu angin.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 22 rumah warga di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (6/2/2012), rusak dihantam angin puting beliung.
Kejadian naas yang membuat warga setempat heboh tersebut, terjadi sekitar pukul 13.40 WIB, ketika warga sedang melakukan aktivitas seperti biasanya. Beruntung kejadian tersebut tidak merengut korban jiwa.
Namun, sejumlah rumah warga mengalami rusak cukup parah sebanyak 10 rumah, dan sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.
Informasi yang dihimpun bangkapos.com, peristiwa angin puting beliung tersebut, terjadi ketika warga sedanag melakukan aktivitas seperti biasanya.
Kejadian terjadi begitu singkat sekitar lima menit. Kejadian berawal saat turun hujan. Tiba-tiba, sekitar pukul 13.40 WIB datang dari arah tower BTS berupa pusaran menuju kearah lapangan bola Desa Namang dengan jarak diperkirakan sepanjang 600 meter.
Marno warga setempat mengatakan, awalnya datang angin berupa pusaran kecil, namun semakin lama semakin besar dan mengeluarkan suara deruan.
"Awalnya sih biasa, hanya angin kencang. Namun lama kelamaan berbentuk pusaran yang semakin lama, semakin besar. Kami pun takut dan hanya berada di dalam rumah," ujarnya singkat menceritakan awal datangnya angin yang diduga datang dari arah laut.
Akibat hantaman angin puting beliung tersebut, sejumlah rumah mengalami kerusakan. Bahkan Pohon Asem yang berdiameter 30 cm ikut tercabut. Bahkan ada dua rumah warga yang bagian gentengnya tersapu angin hingga tidak berbekas.
Kepala Desa Namang, Zaiwan kepada bangkapos.com mengatakan sejak menjabat sebagai kades Namang selama 12 tahun. Peristiwa angin puting beliung ini, baru pertama kali terjadi. Ini terbilang peristiwa yang mengerikan.
"Kalau melihat langsung pasti mengerikan. Anginnya kencang dan cuaca sekitar saat itu tiba-tiba langsung gelap gulita. Bahkan warga sempat panik saat itu. Pohon asem yang sepelukan orang dewasa saja tercabut dari akarnya," ceritanya.
Beruntung dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa. Hanya ada dua orang warga yang mengalami lecet di tangan dan kaki karena tertimpa genteng rumah yang berjatuhan dibawa angin.
Lebih lanjut dijelaskannya, daerah yang terkena angin puting beliung berada dalam satu garis lurus sepanjang 600 meter, mulai dari tower BTS milik salah satu operator telepon selular yang terdapat di desanya, hingga ke lapangan sepakbola. Rumah warga yang berada di jalaur tersebut, rusak semuanya. Ada yang atapnya terbuat dari asbes berhamburan, genteng dan kayu penyangga juga melayang tersapu angin.
Penulis : zulkodri
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
