Puting Beliung di Namang Rusak 22 Rumah
Sebanyak 22 rumah warga di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah,
Penulis: M Zulkodri |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 22 rumah warga di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (6/2/2012), rusak dihantam angin puting beliung.
Kejadian naas yang membuat warga setempat heboh tersebut, terjadi sekitar pukul 13.40 WIB, ketika warga sedang melakukan aktivitas seperti biasanya. Beruntung kejadian tersebut tidak merengut korban jiwa.
Namun, sejumlah rumah warga mengalami rusak cukup parah sebanyak 10 rumah, dan sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.
Informasi
yang dihimpun bangkapos.com, peristiwa angin puting beliung tersebut,
terjadi ketika warga sedanag melakukan aktivitas seperti biasanya.
Kejadian terjadi begitu singkat sekitar lima menit. Kejadian berawal saat turun hujan. Tiba-tiba, sekitar pukul 13.40 WIB datang dari arah tower BTS berupa pusaran menuju kearah
lapangan bola Desa Namang dengan jarak diperkirakan sepanjang 600 meter.
Marno warga setempat mengatakan, awalnya datang angin berupa pusaran kecil, namun semakin lama semakin besar dan mengeluarkan suara deruan.
"Awalnya sih biasa, hanya angin kencang. Namun lama kelamaan berbentuk
pusaran yang semakin lama, semakin besar. Kami pun takut dan hanya
berada di dalam rumah," ujarnya singkat menceritakan awal datangnya angin
yang diduga datang dari arah laut.
Akibat hantaman angin puting beliung tersebut, sejumlah rumah mengalami
kerusakan. Bahkan Pohon Asem yang berdiameter 30 cm ikut tercabut.
Bahkan ada dua rumah warga yang bagian gentengnya tersapu angin hingga
tidak berbekas.
Kepala Desa Namang, Zaiwan kepada bangkapos.com
mengatakan sejak menjabat sebagai kades Namang selama 12 tahun.
Peristiwa angin puting beliung ini, baru pertama kali terjadi. Ini terbilang peristiwa yang mengerikan.
"Kalau melihat langsung pasti mengerikan. Anginnya kencang dan cuaca sekitar saat itu tiba-tiba langsung gelap gulita. Bahkan warga
sempat panik saat itu. Pohon asem yang sepelukan orang dewasa saja
tercabut dari akarnya," ceritanya.
Beruntung dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa. Hanya ada
dua orang warga yang mengalami lecet di tangan dan kaki karena tertimpa
genteng rumah yang berjatuhan dibawa angin.
Lebih lanjut dijelaskannya, daerah yang terkena angin puting beliung berada dalam satu garis lurus sepanjang 600
meter, mulai dari tower BTS milik salah satu operator telepon selular
yang terdapat di desanya, hingga ke lapangan sepakbola. Rumah warga yang
berada di jalaur tersebut, rusak semuanya. Ada yang atapnya terbuat
dari asbes berhamburan, genteng dan kayu penyangga juga melayang tersapu
angin.