Rabu, 10 Juni 2026

Trigliserida Juga Memicu Stroke

Kolesterol jahat selama ini lebih terkenal sebagai penyebab penyakit jantung.

Tayang:
Editor: Dedy Purwadi
zoom-inlihat foto Trigliserida Juga Memicu Stroke
shutterstock
BANGKAPOS.COM--Kolesterol jahat selama ini lebih terkenal sebagai penyebab penyakit jantung. Namun tak banyak orang yang mengetahui bahwa trigliserida, atau lemak darah, berperan besar pada kejadian stroke.

Beberapa pakar bahkan menyebutkan bahwa bacaan kadar trigliserida sangat penting untuk mengetahui risiko seseorang terkena serangan stroke dibandingkan bacaa kadar kolesterol jahat (LDL).

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 774 wanita berusia dewasa yang menderita stroke selama lebih dari 8 tahun. Mereka dibandingkan dengan perempuan yang berasal dari ras dan usia yang sama tetapi tidak terkena stroke.

Secara umum, seperempat wanita itu memiliki kadar trigliserida yang tinggi dan 56 persennya terkena stroke dibandingkan dengan seperempat wanita yang kadar trigliseridanya rendah.

Memang hal itu tidak membuktikan bahwa trigliserida yang menyebabkan stroke, tetapi kaitannya muncul setelah para peneliti memperhitungkan faktor risiko stroke lainnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Selain itu American Heart Association (AHA) juga menyatakan bahwa nilai trigliserida yang tinggi sebagai faktor risiko stroke.

Menurut AHA, kadar trigliserida 150-199 miligram perdesiliter (mg/dL) sebagai ambang batas atas dan trigliserida di atas 200 mg/dL sebagai tinggi.
Beberapa faktor risiko lainnya adalah intermediate density lipoprotein (IDL) dan very low density liporterotein (VLDL) yang menunjukkan ukuran partikel lemak darah. Wanita yang memiliki partikel VLDL besar-besar cenderung lebih beresiko stroke.

"Pengukuran tradisional seperti hanya menilai LDL saja kini sudah tidak cukup lagi untuk mengetahui risiko stroke," kata Dr.Jeffrey S.Berger, dari New York University Medical Center.

Meski begitu ia menambahkan bahwa tidak semua orang perlu mengetahui kadar VLDL atau IDL, kendati ada juga dokter yang mulai mengeceknya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved