Cuaca Ekstrim, Perbanyak Makan Ya!
Di saat cuaca ekstrim seperti ini Dinas Kesehatan Sumatera Barat mengimbau masyarakat agar memperbanyak mengonsumsi makanan..
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri di Padang, Senin, mengungkapkan, perubahan cuaca ekstrem dari masa penghujan ke cuaca yang panas atau sebaliknya dapat menyebabkan pesatnya perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit karena perubahan lingkungan.
“Untuk mengantisipasi berjangkitnya penyakit akibat perubahan lingkungan, pastikan bahwa asupan gizi keluarga seimbang dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang bisa diperoleh dari sayur dan buah, terutama untuk bayi dan balita yang daya tahan tubuhnya belum maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat perubahan cuaca terjadi perubahan suhu dan kelembaban secara tiba-tiba yang mempengaruhi kualitas air dan lingkungan. Hal itu memicu perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga disertai pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh.
Selain itu, perubahan cuaca juga mempengaruhi berubahnya kualitas air terutama dari cuaca panas ke masa penghujan yang merupakan siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah.
Warga juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan atau higienitas makanan.
“Pastikan kebersihan sumber air seperti dari air minum, sampai dengan air yang dipakai untuk mandi, dan lainnya,” katanya.
Rosnini menambahkan, perubahan cuaca juga bisa mengakibatkan gangguan kesehatan seperti demam yang rentan terjadi pada anak-anak.
Sementara perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan bisa mengganggu pencernaan lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi pembawa penyakit. Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret, mual, muntah, demam, dan sakit kepala.