Rabu, 10 Juni 2026

Warga Belitung Timur Ini Mimpi Tsunami

Muslim (50) meninggal dunia akibat tenggelam saat sedang mancing ikan di karang Cudok di laut sekitar Pantai Mudong,

Tayang:
Editor: suhendri
zoom-inlihat foto Warga Belitung Timur Ini Mimpi Tsunami
bangkapos.com/rusmiadi
Tim Tagana Beltim dibantu warga nelayan sedang mengevakuasi jenazah Muslim, setelah berhasil ditemukan di perairan Pulau Burong Gantong, di lepas Pantai Mudong, Desa Padang, Manggar, Minggu (29/4/2012)
Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusmiadi

BANGKAPOS.COM , BELITUNG -- Muslim (50) meninggal dunia akibat tenggelam saat sedang mancing ikan di karang Cudok di laut sekitar Pantai Mudong, Desa Padang Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Sabtu (29/4/2012) lalu.

Sebelum peristiwa ini terjadi, Maini (37) mendapat firasat tak mengenakkan. Dia mendapat mimpi buruk dalam beberapa malam belakangan ini.

"Ade firasat ndak nyaman dari malam kamrik (kemarin) dulu, dalam mimpi aku ngerase (merasa) suasana macam ginilah di pantai, tapi ndak tau nak (mau) pegi ngape. Suasana laut sepi, tiba-tiba macam ade tsunami, tapi sebentar," tutur Maini sambil terisak kepada bangkapos.com, saat menunggu upaya pencarian korban di tepi Pantai Mudong, Minggu (29/4/2012).

Maini meruapakan adik kandung dari Bana, mantan istri almarhum Muslim yang sudah berpisah sejak tujuh tahun silam. Namun hubungan keluarga tetap terjalin dengan baik.

Maini bersama dengan saudaranya, menemani Yuli dan Wulan, buah hati dari perkawinan almarhum dengan Bana sebelum berpisah, ikut menyaksikan proses pencarian alamarhum Muslim.

Mimpi buruk lain dialami Maini, dirinya saat itu hendak mancing ikan. Namun tidak bisa mancing, karena tali pancing kusut.

"Dalam mimpi itu aku betanya, ngapelah pancing aku kusut begini, jadi ndak pandai mancing. Aku ndak kepikir sampai ke sini, rupe e mungkin ini maksud dari firasat mimpu buruk itu," tuturnya sambil tersendu-sendu mengusap air matanya.

Meskipun sudah bercerai dengan kakaknya sejak tujuh tahun silam, hubungan keluarga dengan almarhum masih tetap terjalin. Alamarhum dikenal hobi memancing ikan sejak masih kecil.

Maini yang tinggal di Kecamatan Damar ini, mengenal almarhum sebagai sosok yang sangat baik, dekat dan ramah dengan siapa saja.

"Biarpun tujuh tahun pisah dengan kakak, tapi hubungan kekeluargaan masih terjalin, nggak putus. Biar pun belau (korban) abang ipar, lah kami anggap seperti abang sendiri, dekat dengan keluarga kami. Beliau juga sempat menghadiri pernikahan anaknya Yuli waktu itu," ungkap Maini.


Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved