Polisi Redam Kegaduhan di Rutan Bone
Sejumlah aparat Kepolisian Dari Resort (Polres) Bone memasuki Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 B Watampone,
BANGKAPOS.COM, BONE - Sejumlah aparat Kepolisian Dari Resort (Polres) Bone memasuki Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 B Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/5/2012) pagi tadi dengan persenjataan lengkap akibat insiden keributan di dalam rutan.
Sejumlah pengunjung LP yang merupakan keluarga narapidana terpaksa dievakuasi keluar rutan lantaran insiden keributan yang melibatkan 450 narapidana dengan sejumlah petugas Kejaksaan yang hendak menjemput salah seorang narapidana untuk disidangkan bernama Syamsul.
"Saya tidak tahu apa tiba tiba ribut jadi kita langsung disuruh keluar semua," ujar Asrul salah seorang pengunjung.
Meski demikian, pihak Rutan menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini dan suasana rutan kembali normal setelah aparat kepolisian dikerahkan mengamankan para narapidana.
"Ini hanya insiden kecil dan sudah tetap aman," ujar Arifuddin, Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Rutan Kelas 1A Bone.
Insiden keributan ini menurut Arifuddin dipicu oleh ulah salah seorang narapidana bernama Syamsul yang menolak disidang saat sejumlah petugas Kejaksaan menjemputnya.
Sejumlah narapidana yang bergegas ke masjid hendak menunaikan salat Dhuhur langsung menyerbu petugas Kejaksaan hingga keributan tak dapat terhindarkan.
Atas insiden keributan ini, pihak rutan masih melakukan penyelidikan terkait pemicu keributan ini.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait dengan insidem ini siapa tahu ada provokatornya. Yang jelas sekarang suasana di dalam sudah aman dan masing-masing narapidana sudah digiring kembali ke selnya masing masing," ujar Arifuddin.(kompas)