Rabu, 10 Juni 2026

Rindu Kampong Ala Darmansyah

Pegi ke kebun, ngerepak durin, mancing di aik arongan, mutik sayor, sampai manjat batang kelapa. Keseharian

Tayang:
Editor: suhendri
zoom-inlihat foto Rindu Kampong Ala Darmansyah
bangkapos.com/wahyu kurniawan
Darmansyah dan Istri, Ny Titiek Yoesiati berfoto dengan latar mushola di depan pekarangan Restoran Kebun.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Wahyu Kurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Pegi ke kebun, ngerepak durin, mancing di aik arongan, mutik sayor, sampai manjat batang kelapa. Keseharian itu selalu saja mengingatkan pada nuansa kesederhanaan hidup di kampong, keseharian yang menggelitik hasrat untuk bernostalgia.

Darmansyah Husein masih ingat keseharian itu. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mengemas keseharian itu dalam satu obyek wisata bernama Rindu Kampong, yakni sebuah obyek bernuansa perkebunan dan alam perkampungan khas Belitong.

Terletak di Jalan Batu Itam KM 9, obyek itu awalnya hanyalah sebuah kebun terlantar di sekitar perbatasan Desa Batu Itam. Darmansyah lalu menyulapnya sedikit demi sedikit menjadi sebuah obyek wisata dan restoran yang nyaman untuk dikunjungi.

Dengan Rindu Kampong, Darmansyah ingin mengajak para pengunjung bernostalgia dengan nuansa kehidupan di pedesaan. Pengunjung akan disuguhi barisan kebun buah-buahan seperti rambutan, manggis, jeruk kunci, kelapa, dan cempedak.

Nuansa kebun semakin diperkuat dengan keberadaan kebun sayur. Pengunjung nanti bisa memetiknya sendiri untuk dijadikan hidangan santap makan siang.

Di antara kebun buah-buah, terdapat satu primadona, yakni kebun durian yang sudah siap panen. Kebun durian dilengkapi dengan sejumlah saung yang terbuat dari bambu. Saung itu sengaja disiapkan untuk para pengunjung yang ingin mencoba peruntungan ngerepak durin.

Darmansyah menyimpan kesan tersendiri pada aktivitas ngerepak durin yang merupakan kegiatan memanen durian dengan cara menungguinya jatuh dari pohon. Bagi Bupati Belitung ini, sensasi Ngerepak Durin terletak pada saat mendengar suara durian itu jatuh menghantam tanah.

"Ukan rase durin nye nok paling nyaman tapi sensai ngendengar durin to jatuk, leduuk! De mane ini jatuk e, nah loda itu langsung dibuka, bansai benar," ujar Darmansyah, Sabtu (9/6) pagi.

Rencananya Darmansyah akan membangun sebuah tempat baca yang dilengkapi buku-buku pertanian dari koleksinya sendiri. Tempat baca itu akan dibangun di sekitar kebun durian. Para pengunjung bisa menikmati bacaan semabari ditemani suara kumbang Ketaer.

"Sambil mendengar suare Ketaer, kita bernostalgia kampong kelekak kakek ninek kite duluk e ade ketaer, kire-kire gitulah, memang dak muluk-muluk," kata Darmansyah.

Topografi obyek wisata Rindu Kampong terbilang unik. Darmansyah sengaja membiarkannya tetap bergelombang untuk memperkuat nuansa alam di dalamnya.

Pada satu bagian, ia mengalokasikan lahan untuk pembangunan sebuah kolam pemandian alam dan kolam ikan. Pada bagian lain terdapat sebuah perairan dibiarkan tetap alami bersama pulau kecil di tengahnya. Di perairan itu nantinya akan digunakan untuk olahraga kano.

"Tugas kita sekarang ini memperkaya obyek, supaye urang lebe lamak diam dan beta di Belitong, jadi ini untuk memperkaya obyek wisata kite," jelas Darmansyah.

Pembangunan obyek wisata Rindu Kampong belum sepenuhnya selesai. Setidaknya membutuhkan waktu setahun lagi sampai obyek wisata baru ini sesuai dengan konsep yang diinginkan Darmansyah.

Namun beberapa fasilitas seperti restoran dan mushola sudah siap untuk digunakan. Restoran itu bernama Restoran Kebun yang dikelola oleh Nelia Herawati (60), yang tak lain adalah kakak kandung Darmansyah. Pembukaan restoran digelar sekaligus dalam acara soft launching obyek wisata Rindu Kampong, Sabtu (9/6) pagi.

Restoran ini menyuguhkan beragam makanan khas Belitong, Sunda, dan makanan khas nusantara.

"Memasak sudah jadi bagian dari hidup saya, dan nuansa kebun membuat masakan di restoran ini menjadi lebih hidup," ujar Nelia.


Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved