Melina Prihatin Maraknya Pergaulan Bebas
Pergaulan remaja di Belitung akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Budaya dari luar tanpa tersaring masuk
Tayang:
PERGAULAN remaja di Belitung akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Budaya dari luar tanpa tersaring masuk dalam kehidupan para remaja saat ini. Gaya dalam berpakaian, dalam pergaulan dan pola pikir para remaja. Tak banyak para remaja ini terjebak dalam pergaulan bebas.
Miris dirasa Melina, siswi XI Akutansi 1 SMKN 1 Tanjungpandan melihat pergaulan remaja seusianya saat ini. Pemberitaan negatif seperti banyaknya angka kehamilan diluar nikah, kenakalan remaja dan banyaknya hiburan malam yang bisa dinikmati para remaja.
"Pergaulan saat ini sudah mulai berubah, dulu nggak seperti ini. Saya nggak setuju dengan yang seperti ini, sekarang banyak hamil diluar nikah," ujar Melina kepada bangkapos.com, Sabtu (9/6/2012) sore.
Kondisi seperti ini tak bisa diikuti pasangan Maisir dan Djumaisyah. Melina mengajak remaja seusianya untuk tidak terpengaruh budaya dari luar seperti pergaulan bebas. Hal ini ditunjukkan dengan pakaian tertutup saat tampil dalam Pesta Pelajar Belitung 2012, Sabtu (9/6/2012) pagi di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam.
Padahal gadis kelahiran Tanjungpandan 10 November 1994 ini tampil dance bersama teman-temannya. Kebanyakan penampilan dance diwarnai dengan pakaian agak terbuka dan dandanan dewasa. Namun, tidak bagi Melina Cs, penampilannya biasa saja dengan busana tertutup.
Walaupun hanya mengenakan celana jeans panjang dan t-shirt, Melina Cs tampil memukau dan energik. Banyak penonton yang tertarik saat mereka beraksi menampilkan dance. Menurutnya, penampilan sederhana tak mengurangi daya tarik bagi penonton.
Penampilan Melina sendiri banyak dipengaruhi kedua orangtuanya. Pendidikan dari orangtua tak mengizinkan Melina tampil dengan busana terbuka. Tak hanya itu, hingga usianya yang menginjakkan, Melina masih dilarang dalam pergaulan seperti remaja sekarang.
Melina hingga saat ini belum diperbolehkan berpacaran. Selain itu, Melina juga mengaku jarang keluar rumah bila hanya sekadar jalan-jalan dan tanpa keperluan yang jelas.
"Kami ndak disuruh ortu untuk pakai pakian seksi, kami tu anak rumahan. Jadi nggak terbiasa pakai yang terbuka," kata Melina.
Melina berharap para remaja Belitung mempunyai budaya pergaulan seperti dulu lagi. Dengan pakaian yang dikenakan lebih tertutup dan lebih sopan, diharapkan tingkat kenakalan remaja yang mengarah pada tindak asusila.
"Kalau bisa sih kayak dulu lagi, pakai pakaian tertutup. Boleh aja pakai terbuka, tapi jangan yang terbuka banget," tandas Melina. (bangkapos.com/al adhi s)
Miris dirasa Melina, siswi XI Akutansi 1 SMKN 1 Tanjungpandan melihat pergaulan remaja seusianya saat ini. Pemberitaan negatif seperti banyaknya angka kehamilan diluar nikah, kenakalan remaja dan banyaknya hiburan malam yang bisa dinikmati para remaja.
"Pergaulan saat ini sudah mulai berubah, dulu nggak seperti ini. Saya nggak setuju dengan yang seperti ini, sekarang banyak hamil diluar nikah," ujar Melina kepada bangkapos.com, Sabtu (9/6/2012) sore.
Kondisi seperti ini tak bisa diikuti pasangan Maisir dan Djumaisyah. Melina mengajak remaja seusianya untuk tidak terpengaruh budaya dari luar seperti pergaulan bebas. Hal ini ditunjukkan dengan pakaian tertutup saat tampil dalam Pesta Pelajar Belitung 2012, Sabtu (9/6/2012) pagi di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam.
Padahal gadis kelahiran Tanjungpandan 10 November 1994 ini tampil dance bersama teman-temannya. Kebanyakan penampilan dance diwarnai dengan pakaian agak terbuka dan dandanan dewasa. Namun, tidak bagi Melina Cs, penampilannya biasa saja dengan busana tertutup.
Walaupun hanya mengenakan celana jeans panjang dan t-shirt, Melina Cs tampil memukau dan energik. Banyak penonton yang tertarik saat mereka beraksi menampilkan dance. Menurutnya, penampilan sederhana tak mengurangi daya tarik bagi penonton.
Penampilan Melina sendiri banyak dipengaruhi kedua orangtuanya. Pendidikan dari orangtua tak mengizinkan Melina tampil dengan busana terbuka. Tak hanya itu, hingga usianya yang menginjakkan, Melina masih dilarang dalam pergaulan seperti remaja sekarang.
Melina hingga saat ini belum diperbolehkan berpacaran. Selain itu, Melina juga mengaku jarang keluar rumah bila hanya sekadar jalan-jalan dan tanpa keperluan yang jelas.
"Kami ndak disuruh ortu untuk pakai pakian seksi, kami tu anak rumahan. Jadi nggak terbiasa pakai yang terbuka," kata Melina.
Melina berharap para remaja Belitung mempunyai budaya pergaulan seperti dulu lagi. Dengan pakaian yang dikenakan lebih tertutup dan lebih sopan, diharapkan tingkat kenakalan remaja yang mengarah pada tindak asusila.
"Kalau bisa sih kayak dulu lagi, pakai pakaian tertutup. Boleh aja pakai terbuka, tapi jangan yang terbuka banget," tandas Melina. (bangkapos.com/al adhi s)