Yusroni: Hanya Orang Bodoh yang Menolak Konsep Plasma Inti

Bupati Bangka H Yusroni Yazid mengatakan, pro kontra mengenai investasi perkebunan sawit di Kabupaten Bangka pernah terjadi

Yusroni: Hanya Orang Bodoh yang Menolak Konsep Plasma Inti
tribunnews.com
ilustrasi
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Yusroni Yazid mengatakan, pro kontra mengenai investasi perkebunan sawit di Kabupaten Bangka pernah terjadi, seperti di Desa Pugul. Namun, seiring waktu jika sudah berhasil maka masyarakat pasti akan menerima masuk perkebunan sawit.

Yusroni menjelaskan, masyarakat dulu tidak peduli dengan sistem plasma perkebunan sawit, tetapi setelah memberikan keuntungan, sekarang masyarakat memilih plasma.

"Dulu pertama sekali sawit masuk ke Bangka ini tidak ada istilahnya plasma. Semenjak saya ini baru ada istilahnya plasma dari dulu murni terus," ungkap Yusroni, kepada bangkapos, Sabtu (17/11/2012).

Dia menjelaskan, awalnya sistem plasma dimulai dari 20 plasma dan 80 inti kemudian naik dari 60 inti menjadi 40 plasma, sekarang 50 inti dan 50 plasma.

"Artinya kalau masyarakat betul-betul menyadari plasma dan memahami yang ada ini, maka saya pikir hanya orang bodoh yang menolak konsep yang kita tawarkan ini," kata Yusroni.

Diakuinya pihak swasta perkebunan sawit yang mau menerapkan sistem plama dan inti ini memiliki komitmen bagaimana membagi keuntungannya untuk masyarakat.

"Saya tidak tahu apa motivasi kawan-kawan yang tidak setuju. Mudah-mudahan mereka juga bisa mendapatkan penjelasan mungkin akan paham karena belum mendapat penjelasan yang komprehensif," ucapnya.

Penulis: nurhayati
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved