Selasa, 28 April 2026

ISIS Benci Jika Sebut Daesh, Mengapa ?

Presiden Perancis sempat menyebut nama tersebut dalam pidato menyusul tragedi tersebut.

Reuters
Seorang pejuang Negara Islam (ISIS) memegang bendera ISIS dan senjata di Mosul, Irak. 

BANGKAPOS.COM - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebenarnya memiliki nama lain. Namun, istilah lain ini sangat dibenci oleh kalangan ISIS sendiri.

Nama yang dimaksud adalah "Daesh". Dikutip Mirror Online, istilah Daesh kian populer pasca-penyerangan di Paris pada Jumat (13/11/2015) lalu.

Presiden Perancis sempat menyebut nama tersebut dalam pidato menyusul tragedi tersebut.

Dia menyatakan, serangan di Paris "dikobarkan oleh tentara teroris, tentara jihadis, dan Daesh".

(BACA : Lion Air Harus Usut Pilot Penawar Pramugari Janda di Dalam Pesawat)

Kata Daesh juga disebutkan seorang peretas dari kelompok Anonymous dalam tweet perlawanan terhadap ISIS.
Arti Daesh.

Daesh adalah sebuah akronim untuk frasa Arab al-Dawla al-Islamiya al-Iraq al-Sham (Negara Islam Irak dan Mediterania).

Pada dasarnya, Daesh adalah kata lain dari ISIS.

Namun, tampaknya militan ISIS tidak menyukai kata tersebut.

Mengapa? Karena kata itu sama dengan istilah Arab, "Daes", yakni seseorang yang meremukkan sesuatu di bawah kaki, dan mirip dengan "Dahes", yang berarti orang yang menabur perselisihan.

Potong lidah

Pada Januari lalu, Perdana Menteri Tony Abbott mengumumkan bahwa dia akan mulai menggunakan kata Daesh untuk mengacu kepada ISIS.

"ISIS benci disebut dengan istilah ini dan apa yang tidak mereka sukai punya daya tarik alamiah bagi saya," kata Abbott.

Istilah Daesh ini kemudian dipakai oleh Presiden Perancis Francois Hollande dan Sekretaris Negara AS John Kerry.

Menurut NBC, ISIS dikabarkan mengancam akan memotong lidah siapa pun yang memakai istilah itu.

(BACA : Bawang Putih Ternyata Bisa Kempiskan Perut Buncit)

Evan Kohlmann, seorang analis keamanan nasional, kepada NBC mengatakan,

"Itu (Daesh) adalah istilah yang menghina dan bukan sesuatu yang harus diucapkan orang sekalipun kamu tidak menyukai mereka."

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved