Ibu Empat Anak Ini Ditahan Setelah Diserang Tetangganya, Ternyata Ini Penyebabnya
Partogi Tambunan (39) bersama empat anaknya tergopoh-gopoh mendatangi Polrestabes Medan. Saat berada di Polrestabes Medan, Partogi menceritakan ...
Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus
BANGKAPOS.COM, MEDAN -- Partogi Tambunan (39) bersama empat anaknya tergopoh-gopoh mendatangi Polrestabes Medan.
Baca: Seorang Pria Dibikin Ngos-Ngosan oleh Unta, Ternyata Proses Ini Jadi Penyebabnya
Ia datang ke Polrestabes Medan untuk menemui isterinya Mariana boru Sianturi (30), yang ditahan karena dilaporkan dalam kasus penganiayaan.
Baca: Pengemis Ini Mendadak Jadi Miliarder Karena Cincin, Kisahnya Pun Mengharukan
Saat berada di Polrestabes Medan, Partogi menceritakan kejadian ini bermula saat anak pertamanya bernama Joshua (10) berkelahi dengan anak tetangganya bernama Boas pada 9 Oktober 2016.
Ketika berkelahi, Boas menangis dan mengadu kepada orangtuanya.
Baca: Firasat Ashanty, Peralatan Mandi Ini Ternyata Jadi Pertanda Sang Ibunda akan Berpulang
"Kebetulan waktu kejadian aku masih bekerja di Pekanbaru. Menurut tetangga, setelah berkelahi itu, anak ku si Joshua lari ke rumah," kata Partogi sembari memegangi keempat anaknya yang masih kecil-kecil, Selasa (8/11/2016) siang.
Karena ketakutan dikejar orangtua laki-laki Boas, Joshua bersembunyi di dalam kamar mandi rumahnya.
Saat itu, ibunya Joshua, Mariana (isteri Partogi) tengah memotongi bawang.
"Bapaknya si Boas ini ngejar anakku ke rumah bersama keluarganya. Sampai di rumah, berdebatlah mereka sama isteriku dan kemudian isteriku dicekik di atas tempat tidur oleh bapaknya Boas ini," terang Partogi.
Karena terdesak dikeroyok, Mariana yang kebetulan masih memegang pisau cutter dan dalam posisi tercekik berusaha melawan di atas tempat tidur.
Nahas, salah satu penyerang terkena sabetan pisau yang dipegang Mariana.
"Setelah kejadian itu, mereka melapor ke Polsekta Medan Area. Tanggal 19 Oktober, isteriku ditangkap, terus dititipkan ditahanan Polres ini," kata Partogi.
Pihak keluarga Mariana sempat ingin membuat laporan beberapa hari setelah kejadian namun polisi meminta visum.
"Waktu kami melapor, udah enggak nampak lagi bekas cekikan isteriku itu. Karena enggak ada visum, gak bisa kami melapor. Ditahanlah isteriku," terang Partogi dengan wajah kuyu karena harus meninggalkan pekerjaannya di Pekan Baru.
Kapolsekta Medan Area, Kompol M Arifin belum memberikan keterangan.
Saat dihubungi, Arifin belum menjawab selular yang dilayangkan Tribun. (ray/tribun-medan.com)
Penulis: Array Anarcho