TEROR BOM GEREJA

RIP Intan: Maafkan Kami yang Gagal Melindungimu

Di Twitter, tagar #RIPIntan langsung menjadi topik tren. Rasa pilu terasa begitu menyesap perih di sanubari para netizen.

RIP Intan: Maafkan Kami yang Gagal Melindungimu
twitter/anshor_jatim

Juhanda merupakan mantan narapidana kasus bom buku dan pernah mendekam di Lapas I Tangerang, dan kemudian belajar aliran ISIS di dalam lapas.

Melihat isi media sosial di Twitter dengan tagar #RIPIntan, tampak percakapan ini berasal dari berbagai kalangan yang terpukul dengan kejadian bom Sengkotek, Samarinda.

Dhika, dengan akun Twitternya ‏@kakazifana, seolah mewakili suara kita sebagai warga negara yang merasa bersedih sekaligus bersalah.

 “Allahumaghfirlaha. Ananda, maafkan kami yg gagal melindungimu dr kebiadaban manusia2 yg mengatasnamakan agama di atas kebencian. #RIPIntan,” kata Dhika.

 
Suara yang senada dengan Dhika begitu menguat di media sosial. Kritik terhadap orang-orang yang memutarbalikkan pemahaman soal  Islam juga terdengar dari para Gusdurian, seperti dilakukan akun @pojokgusdur.

Pojok Gus Dur mengingatkan kepada kita semua, betapa kejinya perbuatan menghilangkan nyawa seorang anak.

“Dalam perang, bahkan Rasul SAW melarang pasukannya melukai anak-anak, perempuan, dan orang tua renta. Jadi siapa junjunganmu? #RIPIntan,” kata akun @pojokgusdur.

Mengenang balita Intan, seperti yang sudah tersiar di berbagai kanal media sosial, nanti malam akan diselenggarakan Malam 1000 Lilin untuk Intan. Sumardi vet dengan akun @sumardisaja  membagikan informasi itu.

“Malam ini 1000 lilin bunga doa n cinta untuk Intan di Bundaran HI, Mari dukung #RIPIntan,” kata Sumardivet.

Hal yang melegakan, perbuatan teror seperti ini juga santer ditentang oleh generasi muda. Mereka rata-rata tak mengerti dengan apa yang diperjuangkan teroris.

Halaman
123
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help