Mengejutkan, Said Iqbal Ternyata Tahu Pihak yang Sengaja Melakukan Rekayasa Makar, Siapa Mereka?
"Sebelum aksi 2 Desember, saya pikir lelucon. Ada bagan pertama muncul aktor. Kami buruh diskusi dan saya bilang itu bercanda karena saya sering..."
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, tak percaya ada upaya perencanaan makar pada Jumat (2/12/2016) lalu.
Baca: Usai Makan Siang, Rekening Boaz Solossa Cs Bertambah 200 Juta
Dia juga membantah terlibat dalam pendanaan rencana makar.
Nama dia disebut-sebut ada di bagan pendanaan makar tersebut.
Baca: Sssttt, Ini Dia Karakter Wanita Berdasarkan Hari Kelahirannya
Semula, Iqbal tak menghiraukan hal itu namun karena dia dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan makar oleh penyidik Subdit Kamneg Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, maka memandang ini serius.
Baca: Terkuak, Ternyata Ini Alasan Mario Namai Aryani di Kontak HP-nya Sebutan Perempuan Setan
"Sebelum aksi 2 Desember, saya pikir lelucon. Ada bagan pertama muncul aktor. Kami buruh diskusi dan saya bilang itu bercanda karena saya sering difitnah tentang hal-hal gerakan buruh, terus menjelang 2 Desember muncul pendana, kami juga bilang ini bercanda, tapi pas saya dipanggil, saya bilang ini serius. Harus dicari siapa," ujar Said kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12/2016).
Baca: Tiga Hari Berturut-turu, Fenomena Awan Berbentuk Pusaran Angin Menaungi Wilayah Ini
Dia merasa tak percaya ada upaya makar setelah melihat siapa-siapa saja yang diamankan dan pasal apa yang menjerat sejumlah tokoh nasional tersebut.
Dia menduga munculnya bagan tersebut sebelum aksi 212, ada rekayasa dan pihak yang mengaitkan buruh dengan adanya tindakan makar tersebut.
"Berarti tentang dugaan buruh terlibat akan ditarik menuntut sidang istimewa sudah direkayasa. Dari bagan anda bisa lihat. Penyidik juga gak tanya kalau ditanya saya balikin bapak dapat kesimpulan itu darimana. Saya bisa tuntut. Orang kita gak tahu bagan tersebut," kata dia.
Atas hal tersebut, dia memperkirakan, bagan aliran dana dibuat oleh sekelompok orang.
Dia mengklaim salah satu kelompok dari para pendukung dan simpatisan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Menurut saya yang buat itu Intelijen murahan, pengusaha hitam dan pendukung Ahok," tegasnya.
Dia beralasan tiga kelompok itu sebagai aktor pembuat bagan aliran dana.
Dia menilai, upaya itu untuk mendeskriditkan massa buruh.
Ini karena massa buruh kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Selama ini kaum buruh hanya memperjuangkan hak terkait upah minimum dan bukan untuk menggulingkan pemerintahan.