Ombudsman Temukan Banyak TKA Tersebar di Daerah, Fahri Hamzah Sampai Takut Jadi Masalah Besar

Ombudsman menemukan banyaknya tenaga kerja asing sebagai pekerja kasar yang menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

Ombudsman Temukan Banyak TKA Tersebar di Daerah, Fahri Hamzah Sampai Takut Jadi Masalah Besar
Kolase TribunWow.com
Jokowi dan Fahri Hamzah 

BANGKAPOS.COM - Fahri Hamzah menanggapi soal temuan Ombudsman RI yang menyebut banyaknya tenaga kerja asing yang menjadi buruh kasar.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @Fahrihamzah yang ia tuliskan pada Jumat (27/4/2018).

Sebelumnya, Ombudsman menemukan banyaknya tenaga kerja asing sebagai pekerja kasar yang menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

Fahri Hamzah menilai bahwa temuan Ombudsman itu merupakan fakta yang mengejutkan sekaligus berbahaya dan berpotensi menjadi masalah besar.

Inilah puluhan cuitan Fahri Hamzah yang menyoroti soal TKA:

"Pertama, setelah laporan @OmbudsmanRI137 kemarin maka, fakta bahwa telah terjadi penyusupan TKA secara massif tidak ke wilayah NKRI tidak bisa ditolak lagi. Temuan yang menyebutkan TKA berpusat di 10 Provinsi juga mengagetkan. "

Modus temuan @OmbudsmanRI137 itu tidak saja mengagetkan tetapi juga menakutkan. Fakta2 itu berpotensi menjadi sebab masalah lain yang lebih besar. Maka pemerintah jangan membantah tapi diatasi. Ini sudah jadi masalah besar.

Temuan @OmbudsmanRI137 itu justru terjadi sebelum Perpres 20/2018 berlaku Juni nanti. Lalu apa dasar mereka datang? Siapa yang membuka pintu? Pakai aturan apa? Kok bisa dalam jumlah besar? Ini tanggungjawab siapa?

Padahal temuan @OmbudsmanRI137 itu jelas dan saya menyaksikan sendiri bagaimana TKA itu memang kasar dan tidak punya keahlian apa2. Jadi mau dibantah pakai apa? Lalu Perpres itu untuk siapa?

Saya mendengar beberapa argumen dari pemerintah, mulai dari level presiden sampai menteri tenaga kerja. Kata mereka jangan ribut karena aturannya tidak berubah, Perpres hanya untuk memperbaiki iklim investasi. Iklim bagi siapa? Investasi dari mana?

Kalau Perpres tidak mengubah aturan, kenapa kita menangkap banyak temuan yang kemudian dibenarkan oleh temuan @OmbudsmanRI137 itu? Kenapa banyak TKA kasar dan Tanpa keahlian masuk? Apakah itu ilegal? Kenapa dibiarkan?

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved