Pengadilan Israel Dukung Penggunaan Kekerasan 'Senjata' Terhadap Penduduk Palestina

MAHKAMAH Agung Israel kemarin malam telah menyetujui penggunaan kekerasan oleh militer Israel kepada penduduk Palestina selama protes ...

Pengadilan Israel Dukung Penggunaan Kekerasan 'Senjata' Terhadap Penduduk Palestina
AFP/MAHMUD HAMS
Demonstran Palestina terlibat dalam bentrokan dengan otoritas Israel di perbatasan Jalur Gaza Senin (14/5/2018). Bentrokan terjadi beberapa jam sebelum peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.(AFP/MAHMUD HAMS) 

MAHKAMAH Agung Israel kemarin malam telah menyetujui penggunaan kekerasan oleh militer Israel kepada penduduk Palestina selama protes dan bentrokan di perbatasan Gaza, berlangsung. 

Dalam sebuah putusan setebal 41 halaman yang diterbitkan oleh Departemen Kehakiman pada malam kemarin, tiga panel dengan suara bulat menolak sebuah petisi oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia Israel dan Palestina untuk mengekang penggunaan militer bersenjata yang melepaskan amunisi hidup. 

Baca: Menanti Fatwa Hati, Tulisan Felix Siauw Ini Buat Ratusan Netter Menangis,Ternyata Isinya Tentang Ini

Hakim Ketua Esther Hayut sebagaiaman dilansir melalui mynewshub, telah menerima sikap pemerintah, pengunjuk rasa Gaza bukanlah pengunjuk rasa damai tetapi beberapa 'konflik bersenjata' antara Israel dan pemerintah Islam Gaza, Hamas.

Namun dia mengatakan, meskipun keputusan itu, pihak militer harus terus meninjau insiden tersebut dan prosedurnya.

Baca: Dikenal Playboy, Ini Sosok Dodi Al Fayed Kekasih Putri Diana yang Ikut Tewas Kecelakaan di Paris

Peraturan itu dikecam oleh masyarakat internasional setelah tentara Israel menembak mati, setidaknya 62 warga Gaza pada 14 Mei, ketika ribuan warga Palestina keberatan dengan pemindahan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Baitulmaqdis.

Sementara itu, di tempat terpisah, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengutuk kekerasan pasukan bersenjata Israel terhadap pengunjuk rasa.

Baca: Ciuman Terakhir dari Kekasih, Pria Ini Malah Alami Hal Tak Terduga, Semprotan Merica Digunakan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) mengklaim penyelidikan independen atas insiden-insiden Gaza didukung oleh Inggris, Jerman dan Swiss.

Namun, Israel menolak hal tersebut, begitu juga Amerika Serikat yang berusaha memblokir langkah untuk penyelidikan ke PBB.

Baca: Beli Celana Dalam, Cewek Ini Malah Jadi Sorotan Saat Bayar di Kasir, Bagian Belakangnya Bikin Malu

Irlandia dan Belgia memanggil perwakilan Israel untuk membuat penjelasan singkat.

Sementara itu, Afrika Selatan memanggil duta besarnya dari Israel.

Baca: Mengejutkan, Bau Kentut Ternyata Baik untuk Kesehatan, Nggak Percaya? Ini Penjelasannya

Diketahui, dalam insiden tersebut saat peresmian kantor duta besar AS itu, pasukan Israel telah membunuh 121 warga Palestina sebagai protes sejak 30 Maret di perbatasan yang juga melukai 2.400 lainnya.

Lima organisasi non-pemerintah Israel (LSM) dan Al Mezan yang berpusat di Gaza berdebat di pengadilan, hukum internasional melarang penggunaan tembakan langsung terhadap demonstran yang tidak bersenjata.

(*)

Baca: Ternyata Inilah Penyebab Wanita Lajang Menyukai Laki-laki Beristri, Status Bukan Lagi Halangan!

Baca: Tak Hanya Segarkan Miss V Selama Masa Menstruasi, Jamu Datang Haid Ini Atasi Keputihan

Baca: THR PNS - Sekali Terima Bisa Ratusan Juta Rupiah, Inilah Daftar PNS yang Paling Banyak THR-nya

 

Penulis: asmadi
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help