Gara-gara Ini Soekarno Marah Besar di Gedung Putih dan Tolak Tawaran Bantuan dari Presiden AS

Soekarno mulai tak sabar, bahkan ketika Eisenhower juga tak muncul. 5 Menit kemudian Soekarno mulai mengamuk di Gedung Putih.

Gara-gara Ini Soekarno Marah Besar di Gedung Putih dan Tolak Tawaran Bantuan dari Presiden AS
Wikimedia Commons
Soekarno saat berpidato di depan kongres Amerika Serikat. 

BANGKAPOS.COM - Tahun 1960, Indonesia yang baru berumur 15 tahun sudah harus mengalami pahit getirnya menjadi bangsa merdeka.

Berbagai persoalan pemberontakan dalam negeri dan aksi polisionil negara barat terhadap negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia membuat semuanya tampak remeh di mata mereka.

Pandangan sebelah mata dari negara barat ini juga pernah dialami oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Dinukil dari Soekarno : an Autobiography karya Cindy Adams dan Sewindu Dekat Bung Karno, si Bung Besar rupanya pernah mengamuk di Gedung Putih Amerika Serikat.

Baca: 8 Pemuda Perisai Hidup Presiden Soekarno yang Jadi Cikal Bakal Paspampres Indonesia

Bermula ketika kunjungan Soekarno ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden AS, Dwight D.Eisenhower.

Soekarno datang ke Amerika Serikat memang diundang secara khusus oleh Eisenhower.

Maklum, Eisenhower si panglima Amerika pemenang Perang Dunia II melawan Hitler itu sempat panas kupingnya lantaran Soekarno sering mengkritik Paman Sam sebagai negara kapitalis tak berbudi baik.

Harapannya bertemu Soekarno akan memperbaiki hubungan antar kedua negara.

Namun ketika mendarat di Washington, Soekarno sudah tak merasa enak hati.

Hal ini lantaran Eisenhower tak menyambutnya sebagaimana protokol ketika kepala negara diundang ke negara lain.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help