Advertorial

Charles Herrmann Yakin Menang Gugatan ke Boeing di Amerika Serikat

Charles Herrmann datang ke Indonesia untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban Indonesia yang naik bus tur di AS.

Editor: fitriadi
Dok. Charless Herrmann
Charles Herrmann Yakin Menang Gugatan ke Boeing di Amerika Serikat 

BANGKAPOS.COM - Pengacara penerbangan internasional terkenal Charles Herrmann datang ke Indonesia untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban Indonesia yang naik bus tur di AS ketika ditabrak oleh kendaraan Tur Amfibi yang dioperasikan oleh Ride the Ducks of Seattle, Washington.

Tragisnya, kendaraan Amfibi itu dibuat dengan poros cacat yang rusak sehingga pengemudi kehilangan kontrol dan kendaraan “Ride the Duck” menyeberangi garis tengah di jembatan sempit dan menabrak bus tur.

Pengacara Herrmann berhasil memenangkan beberapa juta dolar kompensasi bagi para korban Indonesia. Pengacara terkenal ini datang ke Jakarta, dalam rangka penyelesaian kasus Ride the Ducks.

Seperti pada peristiwa jatuhnya Lion Air JT 610, pada Oktober 2018, ada 21 keluarga korban dari 188 korban kecelakaan Lion Air JT 610 memberikan kepercayaan kepada Charles Herrman mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company, Kamis (7/3) waktu setempat.

Kejadian serupa kembali terjadi yakni jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302, pada
10 Maret 2019. Maka Charles Herrmann memiliki keyakinan akan dapat memenangkan tuntutan yang ditujukan pada Boeing.

“Kami yakin akan dapat memenangkan tuntutan tersebut, “ jelas Charles Herrmann.

Menurut Charles Herrmann, peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302, ada kemiripan.

Bahkan pengacara terkenal ini telah dihubungi oleh perwakilan dari beberapa korban kecelakaan Lion Air yang mencari nasihat tentang hak-hak hukum mereka untuk kompensasi dari mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan mengerikan ini.

“Sudah jelas bahwa ada kegagalan sensor pesawat yang memantau sudut angin yang melewati sayap yang disebut sebagai angle of attack (AOA). Sensor itu keliru membaca sudutnya terlalu tinggi, yang kemudian mengisyaratkan teknologi lain untuk secara otomatis memaksa hidung pesawat mengarah ke bawah menyebabkan pilot kehilangan kendali,” jelas Charles Hermann.

Charles Hermann menambahkan kegagalan inilah yang menyebabkan pesawat jatuh ke laut.

Charles Herrmann Yakin Menang Gugatan ke Boeing di Amerika Serikat
Charles Herrmann Yakin Menang Gugatan ke Boeing di Amerika Serikat (Dok. Charless Herrmann)

Lebih buruk lagi adalah fakta bahwa Boeing sadar akan adanya masalah ini sebelum penerbangan yang naas ini. Pada penerbangan sebelumnya pilot melaporkan malfungsi dalam sistem.

“Pesawat itu hampir jatuh pada malam sebelum penerbangan yang naas itu. Namun, Boeing masih tidak memberikan instruksi yang memadai untuk pilot Lion Air tentang cara aman bereaksi terhadap situasi seperti itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Charles Herrmann menjelaskan Boeing akhirnya sudah melakukannya tetapi hanya setelah kecelakaan itu terjadi, ketika Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) memerintahkan Boeing untuk merubah manual operasional pesawat untuk menggambarkan prosedur yang tepat untuk menghindari kecelakaan seperti ini lagi.

“Kasus ini mengingatkan saya pada penerbangan Asiana OZ 214 yang jatuh di bandara San Francisco ketika mencoba mendarat pada 2013,” kata Pengacara spesialis kasus penerbangan.

Charles Herrmann mengatakan dari Investigasi terungkap contoh lain dari kegagalan Boeing untuk mengkomunikasikan instruksi yang tepat kepada awak pesawat.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved