Rabu, 13 Mei 2026

Mahkota Kegadisan Direnggut Ayah Kandung

Mahkota Kegadisan Direnggut Ayah Kandung

Tayang: | Diperbarui:
TIDAK.. tidak.. tidak.. panas.. panas... panas... ungkap ku kala itu. Namun ungkapan itu hanya dari dalam hati. Tak mampu keluar dari mulut mungil ini. Aku tak tahu apa yang telah terjadi pada diri ini, dan apakah aku dan hanya aku yang mengalami ini. Aku gadis belia yang baru berumur 12 tahun. Aku mmasih belum mengerti perubahan biologis pada tubuh ini dan pada dasarnya aku malu, saat perobahan perobahan menuju remaja itu mulai menampakan jati dirinya. Seringkali ku lihat laki laki dewasa mem[perhatikan tubuh bongsor ini, perubahan didada yang makin hari makin menonjolpun membuat aku jadi takut. Aku takut jika dada ini tiba tiba membesar dan aku masih belum siap menggunakan pakaian dalam wanita, dan apa itu pembalut. Namun mamalah yang mengajariku apa itu remaja, apa itu pertumbuhan biologis. Yang pada i ntinya aku senang. Aku ibaratkan kupu kupu yang baru tumbuh sayapnya. dan suatu hari akan menjadi kupu kupu cantik yang siap terbang kemana mana. Aku senang aku sudah bisa merawwat diri sendiri. akan tetapi aku sedih kala itu aku hanya tinggal bersama mama, dan seorang adik laki laki. Tidak ada sosok papa. Waktu itu aku merindukan sosok papa, papa yang kuharap bisa mendengar curkat ku. Bukan tak bahagia, akan tetapi keluarga ini kurasa kurang sempurna, kini hanya ada aku, mama dan deo. Setelah perpisahan mama dan papa lima tahun yang lalu. Rindu pada papapun taqk terbendungkan lagi. Akhirnya kuberanikan berbicara ke mama jika aku ingin mengunjungi papa. Mamapun menyetujui keinginanku. Libur semesterpu tiba aku diantarkan mama ke bandara. Dan berangkatlah aku kekota P, untuk menemui papa. Tiba di kota P, aku yang dijemput papapun senangnya bukan main. Kangenku ke papa akhirnya terbati. Namun ku tak tahu malam itu ketika aku erlelap tidur, aku merasakan sesuatu yang berat diatas tubuhku. aku merasakan ada seseorang berusaha meninduhku dari atas. Belum sempat aku berteriak, mulutku ditutup dengan tangan. namun aku masih belum tahu itu tangan siapa. " jangan berteriak ungkapnya di telingaku." akupun kaget karena yang ku tau itu suara laki lak yang ku panggil papa. Akupun menyapanya. Papa.. ujar ku. Ia malah menyuruhku memejamkan mata. sebagai anak yang tak mengerti apa yang akan terjadi pada dirinya akupun menuruti apa yang maksud papa. Dengan mata tertutup aku terus berfikir, kenapa papa menindih tubuhku. Belum aku mendapatkan jawaban itu. aku merasakan ada tanagn yang meraba raba tubuh ini. Tangan itu terus meraba setiap lekuk tubuh ku. Pakaiankupun satu demi satu di bukanya. Rasa takut pun menghampiriku. namun papa terus berkata pejamkan mata.. tidur.. jangan bersuara ungkapnya pada ku. namun pikiranku waktu itu langsung buyar ketika ada bendah tumpul yang memaksa masuk kedalam kemaluanku aku tak kuasa aku tak mampu berbuat apa apa. Setelah itu papa menyuruhku mengenakan pakaianku dan menyuruhku tidur. Kejadian itu membuat ku tak mampu berkata apa apa. Keesokan harinya aku minta pulang. namun papa tak mengizinkanku.h)Dimeja makan papa mengancamku. untuk tidak menceritakan hal ini pada mama. Malam malam selanjutnya papapun kembali menggauliku. akupun tak mampu berkata apa apa dan akhirnya aku diizinkan pulang oleh papa karena libur telah usai dan sudah waktunya masuk sekolah. Bulan depannya aku yang baru dua kali mengalami menstruasi tidak mendapat mens. Akupun tak menceritakan hal tersebut kepada mama. Akan tetapi bulan demi bulan perutku semakin membesar. Mamapun menanyakan padaku, apakah aku sakit dan susad BAB. Mamapun akhirnya membawaku periksa ke dokter, mama menerangkan ke dokter bahwa aku susah BAB dan perutku jadi buncit. Namun hasil pemeriksaan dokter mengatakan jika aku sedang hamil. Aku hamil empat bulan. Mama yang kala itu terkejut langsung shock dan pingsan. Setelah sadar. Mama langsung ke dokter untuk menanyakan hal itu apakah itu benar? atau sang dokter hanya berbohong. Mamapu kaget bukan kepalang ketika kuceritakan jika empat bulan yang lalu saat aku liburan menemui papa aku telah diperkosa papa. Aku tlah digauli papa. Kini aku telah melahirkan seorang anak laki laki dari papaku sendiri. aku seorang kakak dan seorang ibu dari seorang anak. Kini diusiaku yang baru 14 tahun aku sudah menggendong anak. Aku berharap masih ada kesempatan untukku menuntuk ilmu. Aku masih ingin sekolah aku masih punya cita cita yang ingin kuraih. Buat para pembaca. Aku berharap kejadian yang menimpa diri ini, untuk tidak terjadi pada remaja remaja yang lain. Biarlah derita ini kutanggung sendiri. Sungguh sakit dan perih jika itu harus di rasakan remaja usia belia lainnya. ( seperti yang diceritakan pada bangka pos group k12)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved