Rabu, 13 Mei 2026

Restoran Rumah Bambu Tawarkan Sensasi Seafood Ala Bangka

Andalkan Rujak Bunga Pepaya

Untuk merasakan seafood yang masih fresh dan murah, Anda tidak perlu jauh-jauh datang ke restoran mahal karena....

Tayang:
Penulis: nurhayati |
SUNGAILIAT, BANGKA POS.com -- Untuk merasakan seafood yang masih fresh dan murah, Anda tidak perlu jauh-jauh datang ke restoran mahal karena Restoran Rumah Bambu yang terletak di Jl A Yani Nomor 73 Sungailiat yang berada di tengah kota ini menawarkan sensasi makanan seafood ala Bangka.

Restoran bernuasa bambu beratap nipah ini, menawarkan berbagai seafood dengan beragam menu antara lain ikan, kepiting, cumi dan ayam yang diolah dengan cara dibakar, goreng, asam manis hingga tim.

Jika Anda mampir ke restoran ini jangan lewatkan menu rujak bunga pepaya atau dalam bahasa Bangkanya dikenal dengan rujak kembang kates. Kembang kates yang biasanya terasa pahit tetapi dengan olahan dari restoran ini rasa pahit itu akan hilang dan terasa lembut saat dimakan. Bahkan jika dicampurkan dengan cumi, ikan atau kerang maka akan merasakan sensasi makan yang berbeda-beda.

Menurut Humas Restoran Rumah Bambu, Bustaman, restoran hadir untuk mendukung pariwisata sehingga menambah keberagaman kuliner di Kabupaten Bangka. Restoran ini sebelumnya merupakan Restoran Teluk Uber Sungailiat yang berada tak jauh dari Pantai Teluk Uber yang sekarang pindah ke tengah kota.

"Makanan disini semuanya halal dimana kita menawarkan masakan seafood ala Bangka. Harganya cenderung murah karena segmen kita menengah ke bawah. Menu andalan di restoran ini rujak kembang kates, kepiting rajungan dan lempa pari ala Bangka," jelas Bustaman kepada Bangka Pos Group, Jumat (11/2) di Restoran Rumah Bambu.

Restoran ini buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB yang bisa menampung 80 tempat duduk diantaranya dengan lima pondok lesehan yang berada di samping restoran.

Elisabet, Pengelola Restoran Rumah Bambu yang sudah 40 tahun menjadi juru masak ini mengatakan, makanan yang diolah di restoran ini menyehatkan karena untuk menumis berbagai sayuran dan mengoreng menu seafood ia menggunakan minyak kelapa asli sehingga menjadi harum dan gurih.

"Saya buat sendiri minyaknya dari kepala setiap hari sehingga baru terus. Sedangkan menu kembang katesnya memang diolah agar tidak pahit dengan merebusnya dua kali yang dikasih gula dan garam sedikit," ungkap Elisabet memberikan tips.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bangka Matzen Matyasin yang hadir dalam soft opening restoran ini menyambut baik adanya restoran ini karena bisa menjadi alternatif menu kuliner di Bangka dengan beragam pilihan. Selain itu nuansa yang ditampilkan restoran ini ramah lingkungan dengan arsitektur bambunya.

"Saya baru merasakan rujak kembang kates yang enak disini karena tidak pahit. Apalagi kalau kita campur dengan cumi atau ikan bakar maka rasanya berbeda. Ini benar-benar menyehatkan apalagi katanya kembang kates ini sehat untuk menurunkan kolesterol," ungkap Matzen. (chy)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved