Asyiknya Mancing Ikan di Perairan Utara Pulau Lengkuas
"Peti es dan karung mulai terisi, tidak saja Bekitok dan Kerisi yang didapat beberapa jenis ikan lainnya seperti Ikan Bulat, Kerapu..."
"Peti
es dan karung mulai terisi, tidak saja Bekitok dan Kerisi yang didapat
beberapa jenis ikan lainnya seperti Ikan Bulat, Kerapu..."
JAM di tangan telah menunjukkan pukul 16.20 WIB. Hari Jumat (4/3) sore itu, rombongan mancing Posbel baru saja tiba di pinggir Pantai Tanjung Kelayang Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung. Sementara kapal yang akan menghantar Posbel sudah sejak pukul 15.00 WIB menunggu di bibir pantai. Tanpa harus menyia-nyiakan waktu lagi, anggota Posbl bergerak cepat, semua peralatan yang dibawa dari Tanjungpandan diangkut ke atas kapal.
Selain peralatan mancing, umpan, logistik untuk selama semalaman di kapal juga tidak ketinggalan di masukan ke dalam kapal. Nasi enam bungkus, air mineral se dus, mie dan kue-kue kering di susun rapi dalam kamar dekat kemudi nahkoda. Perbekalan ini penting, untuk sekedar mengganjal perut manakala malamnya terasa lapar, begitu guman ketua rombongan, Heri.
Setelah semua peralatan dirasa lengkap, nahkoda berujar kapal siap berangkat. Tepat pukul 16.30 WIB kapal lego jangkar. Menggunakan mesin berkekuatan 10 GT, perlahan namun pasti kapal bergerak membelah riak gelombang yang berkejaran menuju tepi pantai.
Sekitar 10 menit melaju, kapal mulai bergerak cepat. Tiupan angin laut mulai terasa menerpa wajah. Dinginnya hembusan angin ini menembus jaket yang dikenakan rombongan mancing Posbel. Jumlah rombongan mancing kali ini 10 orang. Ditambah nahkoda dan tiga awak kapal, praktis jumlah rombongan menjadi 14 orang. Enam diantaranya mengambil posisi di kiri kanan bagian depan kapal. Sedangkan tujuh orang sisanya tampaknya lebih tertarik untuk bersenda gurau di buritan kapal.
Sembari bercengkerama, beberapa diantara anggota Posbel menyiapkan pancing dan memotong cumi-cumi sebagai umpan. Potongan cumi-cumi ini bervariiasi antara 2-4 cm, tergantung besarnya pancing yang dikenakan. Soalnya pancing yang dibawapun hanya dua ukuran, no 14 dan no 17. No 14 untuk memancing ikan Bekitok, Krisi dan ikan sejenisnya yang lebih kecil. Sedangkan pancing no 17 akan digunakan untuk memancing ikan yang lebih besar, diantaranya Kakap Merah, Kerapu, Jebung, Mayong dan beberapa jenis ikan besar lainnya.
Cuaca Jumat sore kemarin itu cukup bersahabat. Hingga menjelang malam cuaca tampak cerah, mendung yang dikhawatirkan ternyata tidak datang menemani perjalanan kami. Hanya saja gelombang cukup besar. Ayunan kapal terasa benar saat gelombang menerpa badan kapal. Namun semua itu tidak dihiraukan oleh anggota Posbel. Semua tenggelam dengan harapan masing-masing mendapatkan ikan sebanyak mungkin. Pasalnya rombongan Posbel yakin bahwa nahkoda yang menemani memancing kali ini tahu persis lokasi tumpukan ikan. Berbekal GPS yang diletakan di kapal, maka kelompok ikan akan mudah dikenali dan dicapai.
Sekitar satu jam perjalanan berlalu, kapal mulai memperlambat lajunya. Mentari di ufuk barat juga sudah tampak meredup. Hanya tinggal biasan merah saja yang bersembunyi dibalik awan hitam. Angin pun mulai menusuk tulang sembari mengawal mentari keperaduannya. Setelah berkeliling sejenak, akhirnya nahkoda menetapkan lokasi kapal berhenti. Jangkarpun dilepaskan.
Di lokasi yang berjarak sekitar 7 mil ini diyakini menjadi sarangnya ikan Bekitok, Kerisi dan Ikan Bulat. Di layar monitor GPS juga tampak gerombolan ikan di sekitar badan kapal. Kedalaman laut hanya berkisar 26 meter saja.
Tanpa perlu dikomando, semua anggota mancing Posbel mengambil posisi. Tiga di samping kiri depan dan dua disamping kanan depan mulai melepaskan pancingnya. Sedang diburitan kapal tampak empat orang lainnya seakan berlomba melepas mata kail. Pancing yang digunakan no 14, sesuai dengan lokasi kapal yang diyakini berkumpulnya ikan Bekitok dan Kerisi.
Benar saja, tidak sampai satu menit beberapa diantara rombongan mulai menarik pancing mereka, satu persatu ikan Keisi dilepaskan dari mata pancing. Sorak kegembiraan mulai menyeruak pada raut wajah rombongan mancing Posbel. Seakan tak pernah putusnya, setiap kali mata pancing diturunkan kelaut, beberapa detik kemudian sudah disantap ikan. Bahkan tak jarang senar pancing yang dipasang dua pancing sekaligus juga disantap ikan.
Peti es dan karung mulai terisi, tidak saja Bekitok dan Kerisi yang didapat beberapa jenis ikan lainnya seperti Ikan Bulat, Kerapu dan Ikan Jebung rupanya masuk dalam perangkap mata kail rombongan Posbel.
Malam yang mulai merambat tidak dihiraukan para pemancing. Bahkan semakin malam ikan semakin banyak saja nyangkut mata pancing.
Menginjak pukul 00.00 WIB, nahkoda kembali menggerakan kapal mencari lokasi lain, mendekati jarak ke pantai sekitar 5 mil dari Pantai Tanjung Kelayang. Tujuannya kali ini lokasi rumpon yang sudah lama ditanam para nalayan sekitar. Di lokasi ini, menurut nahkoda kapal Sukardi akan dijumpai lebih banyak lagi ikan-ikan besar, seperti Kakap Merah, Mayong, anak hiu, Seminyak dan ikan bulat. Benar saja, sekitar setangah jam perjalanan kapal tiba di lokasi rumpon di dekat bagan para nelayan Tanjung Kelayang. Di lokasi ini gelombang rupanya semakin besar. Goyangan kapal begitu terasa hingga air masuk ke dalam kapal. Satu-satu anggota mancing Posbel mulai merasakan perut mereka tak bersahabat, satu-satu pula akhirnya mereka menyerah. "Semakin malam gelombang semakin besar. Sudah tidak kuat lagi rasanya badan ini. Tapi sayang jika dilewatkan, di sini ikannya makan dan besar-besar," ujar Kamri.
Meski berusaha menahan gejolak mual yang merambat naik ketenggorokan, sekitar enam anggota Posbel masih nekat melepaskan mata pancing ke dalam laut. Soalnya setiap kali mata pancing diturunkan, seketika juga disantap ikan. Hanya berselang setengah jam saja, ikan yang didapat semakin banyak. Peti es dan karung bahkan sudah banyak yang terisi penuh.
Namun meski sekuat tenaga berusaha menahan goncangan kapal, akhirnya perlawanan selesai juga, satu persatu anggota menyerah dari hempasan gelombang. Dan satu-satu juga kahirnya anggota Posbel menghempaskan tubuh mereka tertelungkup di atas kapal. Hanya saja rombongan Posbel ini beruntung, menjelang akhir perlawanan mereka dihempas gelombang, karung dan peti es sudah penuh berisi ikan.