Fast Food Tak Baik untuk Anak Usia 2 Tahun
Sebaiknya jangan membiasakan anak menyantap fast food, khususnya untuk yang berusia kurang dari dua tahun.
"Hanya saja, Anda harus benar-benar mengerti jenis makanan yang boleh dikonsumsi dan yang tidak boleh disantap anak-anak saat makan di restoran," ungkap Elisina Norimarna, Research and Development Hoka-Hoka Bento, saat peluncuran menu terbarunya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2012).
Saat makan di luar rumah, biasanya Anda lebih memilih restoran fast food. Restoran ini dipilih karena dianggap memiliki makanan yang praktis dan disukai anak-anak. Meski terbilang enak, namun sebaiknya jangan membiasakan anak menyantap fast food, khususnya untuk yang berusia kurang dari dua tahun.
"Metabolisme anak berusia kurang dari dua tahun belum maksimal, sehingga fast food akan berbahaya untuk tubuhnya," jelasnya.
Metabolisme akan terganggu akibat tumpukan lemak dalam fast food. Tumpukan lemak ini akan menghambat kerja pankreas yang berfungsi untuk menghancurkan lemak dari makanan tersebut. Lemak yang tidak terurai sempurna akan membuat lemak jahat menumpuk di tubuh.
"Aktivitas yang tidak terlalu banyak dan lemak yang tak terurai akibat metabolisme yang belum sempurna, akan membuat tubuh anak jadi rentan sakit dan berisiko meningkatkan obesitas pada anak-anak," pungkasnya.