Geliat Pijat Plus-plus di Jakarta
Dunia esek-esek memang tak ada habisnya untuk dikupas, apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta.
Realitas sosial semacam ini, kata Arie, tak mudah untuk diselesaikan. Terlebih, bisnis prostitusi 'numpang' pada sektor pariwisata sehingga sulit diberantas.
Oleh sebab itu, Dinas Parawisata dan Kebudayaan DKI berharap ada gerakan kolektif dari semua unsur, mulai dari orang tua, sekolah, pemuka agama, pihak kepolisian untuk mencegah tindakan maksiat.
"Harus ada gerakan kolektif. Misalnya kita punya gerakan stop melonte, itu kalau semua pihak konsekuen," tuturnya.
Bagaikan membasmi jamur di musim hujan, Arie menegaskan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan terus melakukan perbaikan kebijakan terkait fenomena sosial itu. Yang paling penting, lanjut Arie, pihaknya tetap memiliki komitmen, industri pariwisata Ibu Kota steril dari aktivitas prostitusi.