Serukan Gerakan Indonesia tanpa Diskriminasi
Direktur LSI Community, Denny JA menilai, sedikitnya ada beberapa
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Direktur LSI Community, Denny JA menilai, sedikitnya ada beberapa indikator yang membuat negara dapat dikatakan menjadi bangsa yang gagal. Pertama, menurutnya, jika bangsa ini semakin diwarnai kekerasan.
Kedua, lanjutnya, hal tersebut terjadi jika tampak meningkat, warga negara yang menjadi pengungsi. Padahal mereka warga negara Indonesia yang sah.
Hal itu dikatakan Denny JA di sela-sela Hari Sumpah Pemuda, dan Hari Indonesia Tanpa Diskriminasi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (28/10/2012).
Indikator berikutnya, sambung dia, bangsa yang gagal terlihat jika aparat keamanan di tanah air semakin memonopoli kekerasan.
"Seolah pemerintah membiarkan identitas sosial yang merupakan hak konstitusional warga negara dijadikan penyebab sebuah kelompok sosial yang satu dianiaya kelompok sosial lainnya. Ini agak mengherankan, padahal mereka yang radikal dan keras itu hanyalah segelintir minoritas, yang kebetulan bersuara keras," tegasnya.
Untuk itu, menurut Denny, Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi menjauhkan Indonesia menjadi bangsa yang gagal.
"Dengan memiliki sebuah hari nasional, gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi akan diperingati setiap tahun dan akan terjadi silaturahmi secara batiniah setiap tahun agar publik nasional kembali mereview apakah Indonesia Tanpa Diskriminasi sudah tercapai," terangnya