Senin, 18 Mei 2026

Di Parittiga Harga Pasir Timah Menggiurkan

Jika di Muntok harga timah basah di tingkat penambang Rp 85 ribu, berbeda halnya dengan di Kecamatan Parittiga-Jebus.

Tayang:
zoom-inlihat foto Di Parittiga Harga Pasir Timah Menggiurkan
bangkapos.com/dok
ILUSTRASI
Laporan Wartawan Bangka Pos, Rudy

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jika di Muntok harga timah basah di tingkat penambang Rp 85 ribu, berbeda halnya dengan di Kecamatan Parittiga-Jebus.

Di Parittiga, harga pasir timah basah per kilogram saat ini berkisar antara Rp 105 ribu hingga Rp 115 ribu.

Bul, penambang di Kecamatan Parittiga mengatakan, menjadi penambang sementara tetap menjadi pilihan pekerjaannya.

"Kalau harga pasir timah di sini Rp 105 ribu sampai Rp 115 ribu per kilogram. Kalau kita penambang biasanya dak pakai Sn tapi kadar buang-e," ujar Bul, kepada bangkapos.com, Selasa (26/2/2013).

Hal yang sama juga dilakoni, Andi penambang di Kecamatan Parittiga. Menurut Andi, melihat harga timah yang lumayan baik dirinya kepikiran membuat TI rajuk sangkin sulitnya mencari lahan.

"Masalahnya kalau nambang darat sekarang lahannya yang sulit. Kadang saat menambang tiba-tiba itu milik orang," ujarnya.

Terpisah, Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Kabupaten Bangka Barat, David Karim menilai pemerintah daerah Kabupaten Bangka Barat supaya tak henti-hentinya memberikan penyuluhan, terkait penambangan yang berwawasan lingkungan kepada masyarakat.

Selain itu, aparat terkait tetap melakukan penegakan hukum bagi penambangan liar yang merusak lingkungan.

"Kita lihat gebrakan Pak Kapolres Bangka Barat, terhadap aktivitas TI rajuk di sekitar alur sungai mangrove di Bangka Barat. Ternyata semua bisa dihentikan. Karena kalau dibiarkan jelas membahayakan bagi ekosistem lingkungan hidup sekitarnya," ujar David.

Ditambahkan David, penertiban penambang liar tak serta merta harus mengedapankan represif.

"Menjadi penambang timah itu pekerjaan berat. Ibarat taruhan, masyarakat harus mengeluarkan modal. Ya kalau ada hasilnya, kalau tidak berarti meninggalkan hutang. Jadi persuasif sangat dibutuhkan dalam menyadari masyarakat," ucapnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved