Rabu, 10 Juni 2026

Kandang Sapi Tempat Berlindung Teraman dari Banjir

Hingga Rabu (27/2/2013), Sungai Batanghari yang meluap belum surut juga. Luapan air bah itu merendam sekitar

Tayang:
Editor: edwardi
zoom-inlihat foto Kandang Sapi Tempat Berlindung Teraman dari Banjir
Kompas.com
Ilustrasi: Jarak pandang di Kota Jambi hanya mencapai 500 meter pada pukul 07.00. Tidak hanya penerbangan, aktivitas pelayaran di sepanjang Sungai Batanghari ikut terganggu akibat kabut asap yang timbul sebagai dampak kebakaran lahan dan hutan.

Kesukaran tak hanya terlihat di sekitar rumah. Pengemudi kendaraan bermotor juga kerepotan. Di Jalan Riau dan Jalan Mendawai, beberapa kendaraan bermotor antre untuk melewati banjir. Pengemudi melaju perlahan agar cipratan air tak mengenai warga sekitar. Mobil pun harus melintas bergantian.

”Banjir terjadi lebih kurang setiap lima tahun. Terakhir kali, banjir di Jalan Riau terjadi pada tahun 2008 dan berlangsung sekitar seminggu,” kata Ibar.

Solihin (33), warga Jalan Flamboyan, Palangkaraya, juga mengeluhkan banjir. Jalan di depan rumahnya tergenang dan tidak terlihat dasarnya sama sekali. Ia tidak bisa memperkirakan sampai kapan banjir terjadi. Jalan Flamboyan berada di tepi Sungai Kahayan yang belum diaspal. Jalur itu hanya berupa tanah yang dikeraskan.

Jika banjir surut, entah bagaimana keadaan jalan itu. Solihin berharap jalan itu bisa lebih ditinggikan. ”Agar kendaraan bermotor bisa lewat. Tak seperti sekarang, jalan mudah terendam,” ujarnya.

Rasyid Isa (66), warga Jalan Mendawai, menambahkan, banjir mengganggu aktivitas perekonomian. ”Pengantar barang bolak-balik ke Pasar Kahayan. Kalau banjir, kendaraan pengangkut barang bisa terbalik,” tuturnya lagi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved