Selain Pengguna, Polisi Ini Ngaku Dekat dengan Para Bandar Narkoba
Salah seorang bintara yang bertugas di salah satu Polres di Polda Babel sebut saja namanya Boy kepada bangkapos.com mengaku
Penulis: deddy_marjaya | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya
BANGKAPOS.COM, BANGKA- Salah seorang bintara yang bertugas di salah satu Polres di Polda Babel sebut saja namanya Boy kepada bangkapos.com mengaku sudah menggunakan narkoba sejak tahun 1999. Menurutnya saat itu sedang bomming narkoba dikalangan aparat di Bangka.
Tak hanya anggota kepolisian saja, tetapi anggota dari aparat keamanan dan penegak hukum lain juga banyak yang menggunakan atau mengedarkan narkoba. Terbanyak adalah penggunaan narkoba jenis ektasi. Hal ini tidak lepas mulainya masyarakat menambang secara bebas di Bangka. Uang begitu mudah didapat dari pertambangan. Selain itu, para pelaku penambangan yang 'menservis' aparat.
"Saya sendiri awalnya menggunakan ektasi untuk happy bersama kawan-kawan sesama polisi sekitar tahun 1999 an," kata Boy yang saat itu bertugas di Sat Reskrim namun sekarang sudah dimutasi.
Hampir setiap malam menggunakan ektasi mengakibatkan pekerjaan mulai terbengkalai. Boy pun kerap menunda menyelesaikannya tugasnya.
Mengingat tugasnya di Sat Reskrim membuatnya dengan mudah kenal dengan para pengedar narkoba (saat itu Unit narkoba masih dibawah Sat Reskrim belum di pecah). Mulai mendapatkan gratis menjadi petaka sehingga saat merasakan nikmatnya menggunakan ektasi membuat Boy tak segan-segan membeli dengan uangnya. Akibatnya segala cara dihalalkan untuk mendapatkan uang baik dari menangani kasus maupun dengan 'menekan' pemain narkoba yang ia kenal.
Saat menikmati narkoba jenis ektasi setidaknya harus merogoh kocek untuk membeli minum di diskotik atau menyewa room VIP di tempat karoke. Walaupun kerap mendapatkan ektasi gratis namun tetap saja ada uang pribadi dikeluarkan. Ektasi tidak sulit didapatkan saat itu.
"Kalau dulu tinggal pesan saja sama pengedarnya kita tunggu di tempat hiburan pasti diantar atau kita pesen sama pekerja tempat hiburan malam pasti dibelikan," kata Boy