Selasa, 7 April 2026

Buaya Lenggang Ini Meloncat Menyambar Kepala UPTD Museum Belitung

Serangan buaya itu pun kembali terjadi ketika harian ini mencoba menaiki tangga yang diletakkan di pinggir kandang. Hempasan badan dan ekornya membuat

Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Seekor buaya di dalam kandang berusaha menyerang ketika Kepala UPTD Musuem Kabupaten Belitung Alex sedang membawa tangga, Senin (27/4/2015) siang. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Wahyu K

BANGKAPOS.COM, BELITUNG – Seekor buaya betina koleksi UPTD Museum Kabupaten Belitung terlihat sangat agresif, Senin (27/4/2015) siang. Buaya itu selalu bergerak sambil membuka mulutnya bak mengawasi pengunjung yang datang.

Kepala UPTD Museum Alex Suryadi pun tak luput dari sorotan buaya tersebut. Bahkan sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika Alex berjalan menyisir pagar kandang sambil membawa tangga.

Tiba-tiba buaya tersebut meloncat dari dalam air hingga setinggi 1,5 meter ke arah Alex. Mulut buaya tersebut tampak menganga seperi hendak menerkam ‘bosnya tersebut.

“Dia (buaya) menyerang karena dia pikir tangga ini akan membahayakannya, memang seminggu ini dia agak agresif karena baru selesai bertelur,” kata Alex kepada Pos Belitung, Senin siang.

Tangga yang dibawa Alex sedianya digunakan untuk membantu harian ini agar lebih aman dalam mengambil foto buaya. Namun ternyata, tangga tersebut justru membuat buaya tersebut semakin agresif.

Serangan buaya itu pun kembali terjadi ketika harian ini mencoba menaiki tangga yang diletakkan di pinggir kandang. Hempasan badan dan ekornya membuat air di dalam kandang bergemuruh. Beruntung sesi pemotretan pun berhasil diselesaikan dengan cepat tanpa terjadi kecelakaan sedikit pun.

“Fotonya bagus, nanti saya minta ya buat kenang-kenangan,” ujar Alex sambil tersenyum.
Menurutnya, serangan buaya seperti itu sudah sering terjadi di museum. Namun hingga kini belum pernah ada yang mengabadikan momen tersebut.

“Khusus buaya yang satu ini memang agak agresif, asalnya dari Sungai Lenggang, Gantong (Beltim), apalagi sekarang sehabis bertelur, makin tambah garang dia,” kata Alex.

Diberitakan sebelumnya di harian cetak Bangka Pos, "Seekor Buaya Super Menyerah". - Prediksi Watak (64), pawang buaya yang menyebutkan masih ada buaya lain di Sungai Mirang, Manggar, terbukti benar adanya. Setelah sukses menangkap tiga buaya pada Kamis (23/4) lalu, Watak kembali menjinakkan buaya berukuran besar hampir empat meter pada Minggu (26/4) siang.

Buaya berukuran besar itu menyerah setelah menyantap tiga umpan ayam yang ditebarkan Watak. Buaya ini tertangkap sekitar pukul 11.00 WIB di hilir muara Sungai Mirang atau sekitar dua mil dari jembatan Sungai Mirang. Watak dalam proses penangkapan ini dibantu tim gabungan dari Tagana Kabupaten Beltim, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Beltim, dan tokoh masyarakat.

Ukuran buaya ini lebih besar dari tiga buaya sebelumnya. Ia memiliki panjang sekitar 3,90 meter, dengan lebar tubuh 60 sentimeter (cm). Proses evakuasi bahkan terbilang sulit. Delapan orang dikerahkan untuk mengangkat buaya itu ke daratan dengan cara didorong.

"Dia (buaya--red) ini memakan mata pancing yang ada di hilir muara. Diperkirakan sekitar dua mil jauhnya. Ukurannya memang besar kalau yang keempat ini," ungkap Pembina Tagana Beltim, Jasnandi kepada Pos Belitung, Minggu (26/4).

"Sempat mengalami kesulitan. Buaya tersebut sempat berlari hingga ke daratan, ukuran dan lebar tubuhnya terbilang super. Sewaktu dia mau ditangkap, sempat naik ke darat. Ini memang lebih buas dari yang tiga sebelumnya, makanya kita sulit untuk menjinakkan buaya itu," kata Jasnandi.

Sebelumnya, tim penangkapan buaya di Sungai Mirang lebih dulu menangkap tiga ekor buaya dengan ukuran berbeda pada Kamis lalu. Buaya pertama memiliki panjang sekitar 2,25 meter dan lebar 25,5 cm. Buaya ini ditangkap sekitar 100 meter dari jembatan Sungai Mirang.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved