Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Ngetop Saja tidak Cukup untuk Jadi Bupati

Ngetop saja belum cukup untuk penghantarkan seorang bisa maju menjadi calon Pilkada 2015. Butuh agresivitas dalam mencari kendaraan politik

Editor: Hendra

Laporan wartawan bangkapos.com, dodi hendriyanto

BANGKA, BANGKAPOS.COM – Ngetop saja belum cukup untuk penghantarkan seorang bisa maju menjadi calon Pilkada 2015. Butuh agresivitas dalam mencari kendaraan politik dan partner untuk berkoalisi menjadi pintu gerbang pertama. Para Balon Pilkada jangan sampai terlampau fokus pada pencitraan, namun gigit jari dikerjai oleh permainan elit partai politik.

“Tidak boleh dilupakan oleh semua kandidat bahwa dalam dinamika pencalonan, ngetop saja tak cukup bisa menghantarkan mereka sukses pada Pilkada,” ujar Dr Ibrahim, Dosen FISIP Universitas Bangka Belitung kepada bangkapos.com, Jumat (8/5).

Menurut doktor termuda di Universitas Bangka Belitung (UBB) ini, rubrikasi Laskar Pelangi The Next Leader yang dipublikais Harian Pagi Bangka Pos setiap hari bisa menjadi salah satu pintu gerbang menjaring popularitas public. Rubrikasi yang hadir setiap menjelang Pilkada di Babel ini, menurutnya mampu menyimpan beberapa pesan.

Pertama mereka yang memasang dan dipasangkan dalam kolom tersebut sudah secara terang-terangan menyatakan kesiapan diri. Ini akan efektif untuk mengenalkan diri di tengah-tengah masyarakat awam.

Kedua, jika cara ini dikelola dengan baik, maka calon yang kurang ngetop sesungguhnya dapat mencuri perhatian publik untuk masuk dalam jajaran nominasi untuk dipertimbangkan.

Namun demikian, kata Ibrahim, ada cara lain yang digunakan oleh beberapa bakal calon, yakni dengan memasang baliho di beberapa tempat strategis dalam jumlah massif. Cara ini juga layak dipertimbangkan karena ketimbang media massa, peluang baliho dilihat masyarakat awam jauh lebih luas.

Di Bangka Tengah dan Bangka Selatan misalnya, ada beberapa bakal calon yang getol mempromosikan diri. Tidak terang-terangan, tapi maksudnya tentu dapat dibaca bahwa ia memiliki hasrat besar dalam politik elektoral.

“Bagi kandidat yang saat ini belum populer, model kombinasi tiga hal penting dilakukan. Pertama, gunakan media massa sebagai cara untuk memancing diskusi para elit lokal dan masyarakat melek media. Kedua, pasang baliho-baliho kecil di banyak tempat. Ketiga, rutinlah terjun ke tengah-tengah masyarakat. Waktu 6 bulan masih cukup untuk mengangkat citra diri,” jelasnya. (doi)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved