Jumat, 10 April 2026

Politik Media Bisa Melambungkan Popularitas Balon Bupati

Media massa cenderung menjadi sebuah kekuasaan baru dalam dunia politik. Media dan politik memang cenderung

Editor: Hendra

Laporan Wartawan Bangkapos.com, Dody

"...peran rubrikasi dalam media massa, utamanya media cetak, cenderung efektif untuk membuat seseorang ‘melejit’ atau sebailknya ‘habis’. Media demikian kuat sebagai alat justifikasi,”

BANGKA, BANGKA POS.COM -- Media massa cenderung menjadi sebuah kekuasaan baru dalam dunia politik. Media dan politik memang cenderung membentuk paradigma interdependensi dan simbiosis, namun tak sedikit fenomena yang menunjukkan bahwa relasi politik dan media lebih bersifat instrumentatif. Politik dan media dapat dominan satu sama lain berdasarkan kondisi tertentu.

Hal ini disampaikan Dosen FISIP Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim, melihat fenomena perkembangan media lokal di Bangka Belitung saat ini. Pengamat politik dan social Babel ini melihat bahwa apa yang dikatakan oleh media massa saat ini cenderung diterima secara utuh oleh khalayak.

Masyarakat yang terbatas aksesibilitasnya pada informasi secara luas cenderung menempatkan media massa sebagai salah satu indikator utama dalam mendapatkan keteguhan berita.

“Karenanya, saya melihat bahwa peran rubrikasi dalam media massa, utamanya media cetak, cenderung efektif untuk membuat seseorang ‘melejit’ atau sebailknya ‘habis’. Media demikian kuat sebagai alat justifikasi,” ujar Ibrahim, kepada harian ini Jumat (8/5).

Secara khusus Ibrahim mencermati perilaku tokoh politik ataupun masyarakat yang sekarang ini berminat terjun di dunia politk di Babel.

Setidaknya Ibrahim melihat ada tiga cara utama yang digunakan oleh tokoh politik dalam mengorbitkan diri, yakni melalui advertorial secara langsung, melalui ‘pertemanan’ dengan para jurnalis, dan mereka yang lebih to the point melalui rubric khusus seperti rubrikasi Laskar Pelangi The Next Leader, yang terbit setiap hari di Harian Pagi Bangka Pos.

“Sejauh memenuhi beberapa syarat, cara ini efektif. Syarat tersebut adalah sang pengiklan harus mampu menjamin bahwa harian tersebut dibaca banyak orang. Karenanya model sekedar beriklan kurang efektif. Yang lebih baik adalah barter sebagian dalam bentuk koran dan didistribusikan secara langsung ke kantong-kantong suara potensial,” ujar Ibrahim.

Rubrik Laskar Pelangi Banyak Diminati
Kondisi ini diakui Aditia, Penanggungjawab Rubrikasi Laskar Pelangi Next Leader Bangka Pos Group. Menurut Aditia, mendekati Pilkada 2015 ini, pihaknya menerima ratusan kupon next leader dari masyarakat setiap harinya.

“Ada yang mengantar sendiri-sendiri, ada juga yang kolektif dimobilisasi tim Sang Bakal Calon Pilkada itu sendiri. Tetapi kita akan membatasi hanya 10 besar saja yang nantinya bisa kita masukan dalam rubrikasi next leader ini, tujuannya agar tidak sembarang calon yang bisa masuk,” ujar Aditia. (doi)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved