Di Amerika, Anak PAUD Lebih Banyak Dikenalkan Pelajaran Sejarah
Di negara-negara besar seperti Amerika sebagian besar anak-anak khususnya usia dini lebih banyak diajarkan pelajaran sejarah
Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Di negara-negara besar seperti Amerika sebagian besar anak-anak khususnya usia dini lebih banyak diajarkan pelajaran sejarah. Bukan mata pelajaran lainnya seperti matematika.
Menurut rektor Iqra Buru (Maluku), Dr Ir Ishak Tan Phd MSi pola pendidikan atau pengajaran di negara dikenal sebutan negara paman Sam tersebut (Amerika), bertujuan untuk menanamkan nasionalisme atau rasa memiliki (sense of belonging) terhadap negara sendiri.
"Lihat saja sering kita saksikan di televisi orang Amerika sering sebut dirinya I'm American! Nah ini salah satu bentuk bahwa mereka itu ada sense of belonging (rasa memiliki--red) terhadap bangsa atau negaranya sangat kuat," kata Ishak Tan Sekjend Pemuda Panca Marga (PPM) Pusat ketika ditemui di Novotel, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Jumat (22/5/2015).
Menurutnya lagi, pola pendidikan di negara tersebut bagi anak-anak usia dini sesungguhnya tak lain guna menanamkan moral yang positif. Sehingga kelak menurutnya ketika anak tersebut menjadi seorang pejabat negara maka si anak tersebut nanti akan berpikir jika ia mau berbuat melanggar hukum maupun tindak kejahatan korupsi atau koruptor di negaranya sendiri (Amerika).
Sementara itu di negara Indonesia sendiri kondisi atau pola pengajaran kepada anak-anak usia dini justru sebaliknya pelajaran sejarah terkesan dikesampingkan, malah pelajaran seperti matematika yang diutamakan. Sehingga dirinya mengkhawatirkan justru rasa memiliki terhadap bangsa atau negara jadi 'menipis', dan tak menutup kemungkinan kondisi tersebut akan berdampak buruk terhadap bangsa/negara Indonesia sendiri. (rap)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sekjen-ppm_20150522_133647.jpg)