Mayat Mat Jadum Bersimbah Darah Ditemukan Pertamakali Oleh Anak SMP
Kisah terbunuhnya Mat Jadum alias Mamat (45), masih tanda-tanya. Siapa pelaku yang menghabisi pria asal Talang
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kisah terbunuhnya Mat Jadum alias Mamat (45), masih tanda-tanya. Siapa pelaku yang menghabisi pria asal Talang Nangka OKI Sumsel itu, tetap misterius.
Berikut cerita tetangga korban, Sobar (37), seputar kronologis kejadian itu.
"Beberapa menit sebelum kejadian, saya mengendarai sepeda motor sempat lewat depan rumah kontarakan yang dihuni korban. Saat itu saya mau sholat azhar di mushollah," kata Sobar (37) ditemui Bangka Pos Group di kediamannya, Kamis (18/6/2015).
Pulang dari mushollah kata Sobar, ia juga melewati jalan yang yang sama, yaitu melintas di depan kontrakan korban. Tapi saat itu, Sobar tetap saja dia tidak melihat siapapun di depan rumah korban, termasuk hal-hal mencurigakan.
Setelah sampai di rumah, Sobar pun masuk ke dalam. Tapi tak berapa lama ada anak-anak usia belasan tahun, seumuran siswa SMP, inisial JN memanggilnya. "Om-om..ade urang bedarah disitu," kata Sobar meniru ucapan sang anak saat memberitahu kondisi korban, Mat Jadum.
Bangkapos/Fery Laskari
Polisi kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di kontrakan Mad Jadum (45), korban pembunuhan, Kamis (18/6/2015) di Dusun Serandang Baturusa Merawang Bangka.
Sobar langsung bergegas ke luar rumah menuju tempat yang dimaksud anak tadi. Betapa terkejutnya Sobar, ketika ia melihat kondisi Mat Jadum sangat kritis.
"Masa Allah, saat saya datang, korban dalam posisi telentang, suara nafas ngorok, masih bernapas, masih hidup," kata Sobar menyebut tubuh korban ketika itu penuh luka, terbujur di grasi mobil.
Dalam kondisi panik kata Sobar, dia berusaha memberitahukan istri korban, Harum (43). Sobar memanggil-manggil Harum, namun tak ada jawaban. Sementara kondisi pintu depan kontrakan korban tertutup, sedangkan pintu belakang terbuka.
"Saya buka pintu depan, ternyata kosong, tidak ada orang di rumah. Tapi pintu belakang kontrakan terbuka," katanya.
Sobar kemudian pulang ke rumah memberitahukan temuannya pada sang istri. Di rumah Sobar bertanya soal keberadaan istri Mat Jadum.
"Istri saya bilang bahwa istri korban ada di depan (toko), saya susul dia dan saya bilang dia (Harum) harus pulang karena suami memanggilnya," kata Sobar.

bangkapos/fery laskari
Harum istri korban Mad Jadum Histeris mengetahui suaminya tewas
Harum pun pulang setelah mendengar pesan yang disampaikan Sobar. Tapi saat melintasi rumah Sobar, Harum berhenti sejenak, bukannya langsung pulang. Harum masih menyempatkan diri memanggil Sobar untuk bertanya.
"Ngapo..ado apo?" begitu kata istri korban bertanya sama saya," kata Sobar meniru ucapan Harum.
Tak mau banyak cerita, Sobar langsung mengarahkan telunjuk tangannya ke arah korban. "Tuch coba lihat," kata Sobar pada Harum.
Saat itulah ledakan tangis terdengar. Harum menjadi histeris ketika tahu, suaminya, Mat Jadum tewas dalam kondisi tubuh tercabik-cabik senjata rajam. "Die ngerik-ngerik (Harum teriak)," kenang Sobar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/foto-pembunuhan-bos-ti_20150617_234856.jpg)