Sejak Kecil Kapten Penerbang Sandy Permana, Dikenal Cerdas dan Berprestasi
Kapten Penerbang Sandy Permana pilot Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan dikenal cerdas, khususnya dibidang ilmu eksakta.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapten Penerbang Sandy Permana pilot Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan dikenal cerdas, khususnya dibidang ilmu eksakta.
Putra Pensiunan Guru SD di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat ini merupakan lulusan dengan predikat terbaik sekolah perwira siswa atau (Pasis) Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau).
Namun sayang umurnya tak panjang. Pilot yang juga bisa menerbangkan pesawat Sukhoi ini tewas dalam kecelakaan pesawat di Medan saat mengantarkan bahan logistik.

"Sandi ini anak pak Radmojo. Dia sekolah di SMP 1 Jebus, SMA Jebus juga kemudian lulus Akmil," kata Suparno warga Parititiga kepada bangka pos, Selasa (30/6/2015). baca juga : Kapten Sandy, Pilot Hercules yang Jatuh di Medan Anak Pensiunan Guru
Suparno mengatakan ayahnya Sandi, pernah mengajar di SD Timah. Kemudian menjadi PNS dan mengajar di sekolah dasar di daerah Jampan Desa Kelabat.
"Beberapa tahun lalu keluarga ini pindah, karena pak Radmojo sudah pensiun. Seluruh keluarga pindah ke Pemalang," kata Suparno. (baca juga : Breaking News: Pilot Hercules Kapten Sandy Kelahiran Parittiga)
Sosok Sandy juga dikenal dekat oleh Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Adam Purbantoro. Dihari terjadinya kecelakaan yang menimpa rekannya itu, ponsel Adam terus berdering.

tni-au.mil.id/
Adam baru mengetahui ternyata seorang temannya menjadi korban dalam peristiwa itu.
Diceritakan Adam, bahwa Sandy merupakan kakak kelas Adam saat bersekolah di SMA Jebus, Bangka Belitung.
"Dia satu tahun di atas saya," cerita Adam kepada Surya (Tribunnews.com Network), Selasa sore.
Kecerdsan Sandy diakui oleh Adam. Oleh karena itu tidak heran, jika selanjutnya Sandy lulus dari dari sekolah perwira siswa atau (Pasis) Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) dengan predikat terbaik. (baca juga: Sandy: Sesekali Gunakan Sukhoi Super Jet 100)
Sandy lulus dari sekolah ini pada 15 Juni 2015 yang lalu. "Orangnya memang pintar," tambah Adam.
Meski demikian, tak banyak yang bisa digali dari Sandy lewat Adam. Sebab Adam tak mengenal betul Sandy selain prestasinya tadi.
Ia juga turut berbela sungkawa atas kejadian ini dan kehilangan sosok yang menjadi panutan banyak orang.
Di berita sebelumnya, Pesawat Hercules tipe C-130 milik Skadron Lanud Abdulrachman Saleh jatuh di Medan, Sumatera Utara. Pesawat itu membawa 12 kru dari Malang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kapten-penerbang-sandy-permana_20150630_230001.jpg)