Sabtu, 23 Mei 2026

Nelayan Pongok Rasakan Transaksi Sat Set dengan BRImo, dari Jual Ikan hingga Beli Token

Digitalisasi layanan perbankan mempermudah nelayan dan pelaku usaha di Pulau Pongok bertransaksi hingga mengakses modal usaha ...

Tayang:
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah
Arman (36), nelayan sekaligus pelaku usaha ikan asin di Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, menunjukkan aplikasi BRImo di telepon genggamnya saat ditemui di tempat pengolahan ikan asin miliknya, Kamis (21/5/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pagi itu, matahari baru naik di perairan Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan

Di sebuah parak atau tempat pengolahan ikan asin berbahan kayu di tepi laut, Arman (36) sibuk memeriksa ikan laisi yang dijemur di bawah terik matahari.

Di pulau kecil yang terpisah dari daratan Bangka itu, Arman bukan hanya seorang nelayan. Ia juga pelaku usaha pengolahan ikan asin yang hasil produksinya telah dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Lampung, Palembang hingga Pontianak.

Namun di balik aktivitasnya mengelola hasil laut dari wilayah kepulauan, ada perubahan besar yang dirasakan Arman dalam beberapa tahun terakhir yakni cara bertransaksi.

Jika dulu transaksi dilakukan serba tunai dan harus menunggu kepastian pembayaran secara manual, kini semuanya berubah lebih cepat lewat digitalisasi perbankan.

"Sekarang lebih mudah pakai BRImo, tinggal cek langsung kalau uang sudah masuk, kadang bahkan notifikasi nyala duluan sebelum dicek," kata Arman kepada Bangkapos.com saat ditemui di lokasi pengolahan ikan asin miliknya, Kamis (21/5/2026).

Bagi Arman yang tinggal di wilayah kepulauan dengan akses terbatas, kemudahan transaksi digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan.

Pembayaran hasil penjualan ikan asin dari luar daerah kini sebagian besar langsung ditransfer ke rekening miliknya. Dari telepon genggam, ia dapat mengecek transaksi kapan saja tanpa perlu datang ke kantor bank di daratan.

"Kalau ada pembayaran dari Jakarta atau luar daerah, langsung masuk. Tinggal buka BRImo, kelihatan uangnya sudah masuk atau belum," ujarnya.

Kemudahan itu sangat membantu usahanya yang bergerak cepat mengikuti permintaan pasar.

Arman (36), nelayan sekaligus pelaku usaha ikan asin di Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, menunjukkan aplikasi BRImo di telepon genggamnya saat ditemui di tempat pengolahan ikan asin miliknya, Kamis (21/5/2026).
Arman (36), nelayan sekaligus pelaku usaha ikan asin di Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, menunjukkan aplikasi BRImo di telepon genggamnya saat ditemui di tempat pengolahan ikan asin miliknya, Kamis (21/5/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah)

Terlebih, pengiriman ikan asin ke luar daerah dilakukan rutin setiap pekan dengan permintaan yang bisa mencapai satu hingga dua ton.

Tak hanya untuk menerima pembayaran, Arman juga memanfaatkan aplikasi BRImo untuk kebutuhan sehari-hari.

Mulai dari membeli token listrik PLN hingga kebutuhan transaksi lainnya dilakukan langsung melalui aplikasi di telepon genggam.

"Kalau beli token listrik gampang, tinggal klik-klik selesai. Tidak perlu keluar jauh," katanya.

Bagi warga di wilayah kepulauan seperti Pongok, kemudahan layanan digital menjadi penting lantaran akses menuju pusat layanan di daratan membutuhkan perjalanan laut berjam-jam.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved