Mucikari Online Tiarap Cari Pelanggan di Karaoke
“Perjanjian awalnya hanya menemani, cewek yang saya pilih tidak akan melayani hubungan badan,"
BANGKAPOS.COM, PALEMBANG –- Pihak kepolisian Kota Palembang dan Sumatera Selatan sudah beberapa kali mengungkap aksi prostitusi dan meringkus orang-orang yang menjadi mucikari.
Kegiatan kepolisian itu ternyata membuat pelakunya berubah haluan, mencari cara baru agar terus beroperasi.
Dari yang semula terang-terangan menawarkan tidur semalam, kini berbalut peneman karaoke semalaman.
Fenomena ini terkuak dari salah satu pemilik akun BlackBerry Messenger (BBM) berinisial NP.
Perempuan yang sesekali memasang status sebagai warga Palembang ini mengaku sudah beberapa kali memberikan “anaknya” meladeni pria hidung belang karaokean. Dari sana transaksi bermula hingga ke ranjang.
“Perjanjian awalnya hanya menemani, cewek yang saya pilih tidak akan melayani hubungan badan. Cuma karaoke saja. Tapi sudah sering pelanggan ingin melakukan lebih. Tidak masalah, tentu ada biaya tambahan,” kata NP kepada Sripoku.com (Group Bangka Pos), Kamis (9/7/2015).
Kesepakatan diawali ketika negoisasi harga sama-sama disepakati. Menurut NP, dirinya tak pernah mengiyakan permintaan berhubungan intim dari pelanggan sebelum karoke berlangsung.
Ia khawatir itu jadi jebatan pihak kepolisian untuk menjerat dirinya dan membongkar praktek prostitusi.
“Tarif menemani karoke atau ke klub malam berlaku untuk seharian, atau semalaman penuh. Harus karoke dulu setelahnya bisa negoisasi berhubungan intim. Kalau tanpa itu, agak sulit karena harus hati-hati. Kecuali sudah kenal dengan pelanggannya,” ujarnya.
Untuk menemani karaoke atau ke klub malam, NP tidak memandang status pria yang memakai jasa anak buahnya.
Mulai dari bujangan atau pria beristeri pun ia terima, setelah memastikan terlebih dahulu keseriusan si pria itu lewat pembayaran di muka.
Tak ayal, NP dan rekan-rekannya sering disebut sebagai kekasih gelap. NP menolak jika disebut mucikari.
Meski ia mengatakan sering kali menawarkan beberapa perempuan lengkap dengan nama, foto hingga usia.
NP menegaskan jika dirinya juga bekerja dengan seorang perempuan yang ia sapa mami.
Tapi dari pengamatan Sripoku.com, NP punya empat perempuan berbeda yang pernah dijajakan ke pria hidung belang.
Harga masing-masing perempuan itu berkisar Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk sekali main atau short-time.
Usia perempuan yang kerab kali dipajang di foto profil BBM milik NP berkisar 20-22 tahun.