Senin, 1 Juni 2026

Cerita Kaka Slank yang Terpuaskan di Belitung

"Puas, pantainya dia itu juaralah. Pasirnya putih, masih alami tempatnya. Kesini lebih pendek waktu daripada ke Puncak," kata Kaka.

Tayang:
Tribunnews/Dany Permana
Vokalis dan drummer grup band Slank, Kaka Slank (kiri) dan Bimbim Slank 

Laporan wartawan Pos Belitung, Al Adhi S

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Wajah Akhadi Wira Satriaji atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kaka Slank, memendam kelelahan. Bersama keluarganya ia baru saja usai melakukan island hoping di perairan Sijuk, Rabu (29/7/2015).

Melepas rasa lelah itu, Kaka menikmati segelas kopi di Warung Kopi Kongjie di Jalan Anwar Kelurahan Lesung Batang malam harinya. Dia duduk di bawah pohon mangga, dengan secangkir kopi susu.

Bersama sang istri dan kedua anaknya, ia duduk santai tanpa banyak diketahui masyarakat yang juga berada di warkop yang sama. Suasana remang-remang membuat keluarga selebritis ini tak jelas terlihat.

Vokalis Group Band Slank ini sempat bermain catur dengan kedua anaknya. Dia dan istrinya Natascha menyambut hangat berbincang dengan pimpinan belitungisland.com, Kusuma Kosasih dan jurnalis Pos Belitung (bangkapos.com).

Pria kelahiran Jakarta, 10 Maret 1974 ini mengaku puas pada kunjungan pertamanya ke Belitung. Ia dan keluarganya datang ke Belitung sejak Senin (27/7/2015). Beberapa lokasi wisata seperti Kampung Dedaun (sempat menginap semalam), Pulau Burung, replika SD Laskar Pelangi dan Museum Kata sempat dikunjungi.

"Puas, pantainya dia itu juaralah. Pasirnya putih, masih alami tempatnya. Kesini lebih pendek waktu daripada ke Puncak," kata Kaka.

Belitung menjadi tempat liburannya kali ini setelah istrinya merekomendasikan untuk mengunjungi Belitung. Natascha sudah tiga kali mengunjungi Belitung karena pekerjaan.

"Istri sudah tiga kali kesini, tiap kali baca brosur juga ada tempat ini (Belitung, red). Anak-anak juga libur kurang dari seminggu, dia pingin renang di pantai ya udah kesini," papar Kaka.

Selama di Belitung, Kaka dan keluarganya menggunakan akomodasi Majesty Motorhome. Akomodasi ini membuat Kaka dan keluarga menginap dimanapun. Bahkan Kaka dan keluarga menginap semalam di Kampong Dedaun dalam Majesty Motorhome.

Menurut pria yang berpotongan rambut pendek saat ini, Belitung mempunyai potensi pariwisata bahari yang luar biasa. Kaka merasa tak rela bila melihat orang membuang sampah. Terlebih pemandangan di Belitung yang sangat indah.

"Gue nggak rela ada sampah. Terus bintang laut untuk mainan, dilempar-lempar. Gue selalu ajarkan ke anak, don't take anything don't leave anything. Ambil memorinya aja," kata Kaka.

Kuliner Belitung, lanjut Kaka, juga sangat cocok dengan lidahnya yang berdarah Palembang. Saking enaknya kuliner di Belitung membuat Kaka sedikit takut akan berat badannya. Kaka sempat mencoba gangan di Gangan Sari Jalan Irian II.

"Pas dilidah, gue kan orang Palembang. Mirip-mirip masakannya," tandas Kaka.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved