Berita Bangka
Kisah Asep dan Sisa Hidup yang Bertumpu pada Satu Lengan
Sebuah kendaraan bermuatan bahan bangunan hilang kendali dan menghantam tubuhnya hingga terjerembab
Penulis: Adi Saputra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cahaya matahari sore menerobos malu-malu melalui sela-sela gorden biru bermotif bintang yang mulai memudar, Senin (1/6/2026).
Di sudut ruangan sederhana itu, seorang pria paruh baya duduk membisu. Tanpa helai baju yang menutupi dadanya, tatapan matanya lurus menembus dinding kosong.
Ada kelelahan luar biasa yang tersirat di sana, namun berkelindan erat dengan sebuah ketabahan yang dipaksakan.
Nama pria itu Asep. Usianya 55 tahun. Di lengan kirinya, sepotong perban putih melingkar erat dari tragedi yang memilukan.
Pria asal Lampung Tengah ini baru saja kehilangan separuh dari pilar hidupnya, hari itu berjalan seperti biasa.
Sebagai seorang buruh bangunan, Asep mengadu nasib di kawasan Kudai, Sungailiat, Bangka.
Pukul sembilan pagi, saat matahari mulai menyengat, Asep sedang sibuk memasang kabel di area proyek.
Namun, takdir berbelok tajam dalam hitungan detik.
Sebuah kendaraan bermuatan bahan bangunan hilang kendali dan menghantam tubuhnya hingga terjerembab. Seketika, dunia Asep menjadi gelap gulita.
"Setelah kejadian saya tidak sadarkan diri. Tahu-tahu saat tersadar, saya sudah berada di rumah sakit dan tangan kiri saya sudah diamputasi," kenang Asep lirih.
Suaranya bergetar, namun tidak ada air mata yang jatuh, hanya ada rasa tidak percaya yang masih menggelayut di kepalanya.
"Saya tidak menyangka kejadian itu menimpa saya. Untungnya saya masih selamat, meski tangan harus diamputasi," ucapnya.
Selamat dari kecelakaan maut adalah mukjizat, namun bertahan hidup setelahnya adalah perjuangan lain yang tak kalah berdarah-darah.
Di balik trauma psikologis yang begitu hebat, isi kepala Asep langsung dipenuhi oleh bayang-bayang masa depan anak dan istrinya.
Sebagai tulang punggung keluarga, hilangnya lengan kiri bukan sekadar kehilangan anggota tubuh, melainkan hilangnya alat utama untuk mencari nafkah.
Selama ini, biaya pengobatan darurat di rumah sakit pun berhasil tertutupi berkat kebaikan dan uluran tangan warga sekitar yang bergotong-royong.
| Harga Sawit di Bangka Mulai Bergerak Naik, Pemkab Bentuk Satgas dan Ultimatum PKS soal TBS Petani |
|
|---|
| Daftar Harga Sawit Terbaru di 9 Pabrik Kabupaten Bangka Setelah Sempat Anjlok |
|
|---|
| Harga Terbaru TBS Sawit 9 Pabrik di Bangka, Tembus Rp2.500 per Kg, Bupati Fery Ultimatum PKS |
|
|---|
| Bupati Bangka Beri Peringatan Keras ke PKS, Akan Ditindak Secara Hukum Kalau Tak Mendengar |
|
|---|
| DPRD Bangka Desak PKS Segera Sesuaikan Harga Sawit untuk Meredam Keresahan Petani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260601-Asep-buruh-harian-asal-Lampung-Tengah.jpg)