Jelang Liverpool vs Sion: Lallana Ikut Pelajaran di Kelas
GELANDANG Liverpool, Adam Lallana sukses menjalani ujian perdana setelah lepas dari pusat rehabilitasi cedera, dengan mencetak gol ke gawang
Liverpool vs Sion:
Kelas Belajar Lallana
GELANDANG Liverpool, Adam Lallana sukses menjalani ujian perdana setelah lepas dari pusat rehabilitasi cedera, dengan mencetak gol ke gawang Bordeaux. Sayang, ia belum mencicipi lagi area kompetitif di zona Premier League 2015/2016.
Akhir pekan lalu, Manajer Brendan Rodgers tak memainkan gelandang timnas Inggris tersebut saat melibas Aston Villa.
Sumber internal Liverpool, seperti dirilis Liverpool Echo mengungkapkan, Lallana masih menjalani beberapa pelajaran di ruang kelas’ lain.
Satu di antara tempaan itu adalah Liga Europa. Rodgers tak menyangkal kalau Lallana memang dipersiapkan untuk menjamu FC Sion, pada Matchday 2 Grup B Liga Europa 2015/2016, Jumat (2/10) dini hari, di Stadion Anfield.
"Saya tak ingin tergesa-gesa memainkan Lallana di Premiership, yang cenderung lebih keras dibanding Liga Europa. Dia akan mempersiapkan diri lebih baik di level Liga Europa. Di sana, kreativitas dan aksi Lallana bisa termonitor secara teratur, tanpa harus berkejaran dengan waktu pertandingan yang padat,” jelas Rodgers, di Liverpool Echo, Rabu (30/9).
Bagi tuan rumah, Peran Lallana dianggap sangat besar, sama seperti kala bertamu ke Bordeaux pada Matchday 1, dua pekan silam.
Dini hari nanti, pemain berusia 27 tahun tersebut mendapat tugas lain, yakni memimpin rekan-rekan mudanya menuai kemenangan, sekaligus menambah pengalaman berharga berada di kompetisi level benua Biru.
Brendan Rodgers memang mengindikasikan tetap menurunkan para pemain muda, terutama di lini tengah dan depan. Di area sentral, Lallana menjadi pengatur sekaligus penerjemah taktik The Reds. Tapi, lagi-lagi, Rodgers tetap akan menilai kondisi terakhir Lallana.
"Jika sesuai standar tim, dia akan masuk, tapi kalau tidak, tetap saja Lallana ada di bangku cadangan,” tegas sang arsitek.
Titik kuat di zona tengah menjadi penting, karena Sion terkenal memiliki deretan gelandang kuat. Armada Didier Tholot ini sudah memperlihatkan kekuatan itu kala membekap wakil Rusia, Rubin Kazan pada partai perdana dengan skor 2-1.
Meski Moussa Konate mencetak dua gol, tetap saja semua aliran bola yang menuju padanya berasal dari kerja keras lini tengah. Sebut saja di sana ada Xavier Kouassi, Edmilson Fernandes, Veroljub Salatic, Carlitos, Ebenezer Assifuah sampai Geoffrey Mujangi Bia.
Deretan nama tersebut dianggap bakal menjadi lawan berat bagi Lallana dan anak asuhnya’. Beberapa nama anak muda tersebut memang sudah berpengalaman, seperti Emre Can (21) dan Joe Allen (25).
Namun, armada muda lain yang layak mendapat bimbingan juga cukup beragam, yakni Cameron Brannagan (19), Jordon Ibe (19), Pedro Chirivella (18) dan Jordan Rossiter (18).
Nama terakhir dianggap tengah menapak di jalur yang benar menuju kesuksesan.