Minggu, 12 April 2026

Perempuan Ini Berlari Ketakutan dalam Keadaan Telanjang Bulat

''Korban tak bisa berteriak karena mulutnya dibekap pelaku. Yakni, ditutup dengan baju dan kerundungnya.''

Tribunnews/dok
Ilustrasi 

BANGKAPOS.com - Ketenangan warga Kelurahan Banjang, Kecamatan Talun, mendadak terusik setelah terdengar suara perempuan berteriak minta tolong, Kamis (1/10) dini hari.

Perempuan itu berlari ke arah jalan raya, Jurusan Malang-Blitar, sambil tak mengenakan busana.

Ternyata, ia ketakutan karena dikejar dua pria, yang memperkosanya.
Akhirnya, ia ditolong warga, sedang kedua pria itu ketakutan, melihat korban ditolong warga.

Korban telanjang bulat karena pakaiannya, mulai pakaian dalam, baju, celana, dan sandal, dibawa kedua pria itu. Selanjutnya, petugas datang dan langsung mengamankan kedua pelaku itu.

Petugas cepat datang karena TKP-nya hanya berjarak sekitar 300 meter dari Polsek Talun.

"Korban sempat dipinjami pakaian warga karena pakaiannya dibawa kedua pelaku itu," kata AKP Subondo, Kapolsek Talun.

Setelah diperiksa di Polsek Talun, akhirnya diketahui identitas mereka. Yakni, korban bernama Rumiati (34), warga Dusun Panti Mulyo, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun.

Sedang kedua pria itu diketahui bernama Putra (19), warga Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, dan Ridlwan (19), warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi.

"Saat ini keduanya sudah kami tahan, karena telah berbuat tak senonoh dan menganiaya korban. Bahkan, akibat perbuatan keduanya itu, kepala korban dijahit lima jahitan. Itu karena ia dipukul dengan kayu," ujar Subondo.

Menurut Subondo, kejadian itu berawal dari kedua pelaku itu minum di Alun-alun Kecamatan Wlingi.

Sehabis minum, Ridlwan mengantarkan Deni, pulang, dengan berboncengan sepeda motor.

Di tengah jalan, tepatnya di dekat lapangan Sepak Bola Desa Bajang, yang kondisinya gelap, mereka melihat ada perempuan berjalan sendirian. Itu sekitar pukul 03.00 WIB.

Oleh pelaku, si perempuan yang tak lain korban itu disapanya. Karena korban menanggapi, pelaku menawarinya, untuk diantarkan pulang.

Korban pun tak keberatan. Akhirnya, korban dibonceng dengan di duduk diantara kedua pelaku. Namun, tak langsung diantarkan pulang, melainkan diajak putar-putar di lapangan sepak bola tersebut.

Sebentar kemudian, kedua pelaku itu memaksa untuk memerkosanya. Meski korban merontah namun tak kuasa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved