Minggu, 19 April 2026

Polisi Ini Kalah Duel, lalu Bawa Puluhan Kawan Keroyok Pengantar Ayam

''Pengeroyok adik saya ini polisi. Orangtua dan polisi itu ada datang ke rumah Jumat (2/10) malam kemarin. Tapi kami menuntut keadilan.''

Penulis: M Ismunadi |
Bangka Pos / Anthoni
Korban pengeroyokan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Memalukan. Anggota Sabhara Polda Babel mengeroyok dan menelanjangi tiga pengantar ayam, Izul (24), Yanto (29), dan Rahmat (24), setelah sebelumnya kalah duel.

Andri, kakak Izul, menyebut pengeroyokan terjadi setelah terjadi perkelahian di depan Plaza El Jhon, Jalan MS Rahman, Pangkalpinang, pada Rabu (30/9) lalu.

Sedangkan Direktur Sabhara Polda Babel, Kombes Pol Edy Suryanto mengakui keterlibatan anggota dalam kasus pengeroyokan yang kini ditangani Polres Pangkalpinang ini.

BACA JUGA: Kabut Asap, Maskapai Batalkan Penerbangan di Bandara HAS Hanandjoeddin

Andri mengatakan orangtua dan anggota polisi yang mengeroyok adiknya datang untuk meminta damai pada Jumat (2/10) lalu. Secara pribadi, dia menyebut keluarga besarnya memaafkan peristiwa yang masih meninggalkan luka lebam di wajah Izul tersebut.

"Kalau soal memaafkan, ya kita maafkan. Tapi saya tidak terima adik saya dipukul seperti ini," kata Andri yang mendatangi Bangka Pos, Minggu (4/10/2015).

BACA: Direktur Sabhara Polda Babel Sebut Izul Cs yang Menantang Anggotanya

Andri datang bersama adiknya, Izul dan Yanto.

Sebelumnya mereka menghubungi Bangka Pos melalui telepon. "Pengeroyok adik saya ini polisi. Orangtua dan polisi itu ada datang ke rumah Jumat (2/10) malam kemarin. Tapi kami menuntut keadilan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Izul mengaku menjadi korban pengeroyokan pada Rabu (30/9/2015) dini hari lalu. Peristiwa yang sama dialami Yanto (29) dan Rahmat (24). Ketiga pria yang berprofesi sebagai pengantar ayam itu dikeroyok puluhan orang di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang.

Yanto (29) menyebutkan awalnya mereka terlibat perselisihan di depan Plaza El John, Jalan MS Rahman, Rabu (30/9). Dia meluruskan pemberitaan yang sebelumnya menyebut perselisihan itu berawal dari senggolan mobil.

"Mobil kami tidak senggolan. Waktu itu saya pun tidak tahu ada mobil di belakang. Saya hanya tiba-tiba mendengar suara rem," kata Yanto yang ikut bersama Izul dan Andri saat menemui Bangka Pos, Minggu (4/10).

Setelah suara rem yang cukup kencang, mobil yang ditumpangi Yanto, Rahmat, dan Izul, disalip mobil sedan dari sebelah kiri. Mobil itu kemudian memalang mobil pikap yang ditumpangi Yanto Cs.

BACA JUGA: Boneka Seks Ini Dibanderol Rp 8,8 Miliar, Ini Kehebatannya

"Pertama keluar satu orang yang tiba-tiba menarik Izul," kata Yanto.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved