Wakapolres Janji Transparan Menyidik Kasus Penganiayaan Izul Cs
Rosi, kakak Izul mengungkapkan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang menimpa Izul Cs.
PANGKALPINANG, BN -- Izul (24), Yanto (29) dan Rahmat (24), tiga korban pengeroyokan oleh puluhan pria, Rabu (30/9) dini hari lalu mendatangi Polres Pangkalpinang, Senin (5/10) siang. Ketiganya didampingi keluarga masing-masing.
Dalam kunjungan itu pihak keluarga meminta penyidik reserse kriminal Polres Pangkalpinang mengusut kasus pengeroyokan yang diduga melibatkan oknum anggota Direktorat Sabhara Polda Babel.
Rosi, kakak Izul mengungkapkan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang menimpa Izul Cs.
Secara pribadi pihak keluarga korban telah memaafkan oknum anggota polisi yang terlibat aksi pengeroyokan. Namun pihak keluarga meminta penyidikan dan proses hukum tetap berjalan.
"Kami ke sini minta keadilan sekaligus menanyakan tindak lanjut dari kasus pengeroyokan yang dialami para korban," ujar Rosi.
Rombongan ini berencana bertemu Kapolres Pangkalpinang AKBP Heru Budi Prasetyo, namun mantan Kasi Gakkum Dit Polair Polda Babel itu tidak berada di tempat. Mereka kemudian diterima Wakapolres Pangkalpinang Kompol Andreas Purwanto.
Pertemuan yang berlangsung kurang lebih setengah jam itu, berlangsung di ruang Wakalpolres. Usai pertemuan itu, Rossi menanggapi positif hasil pertemuan tersebut.
"Kami diarahkan ke Reskrim. Tapi Wakapolres berjanji akan transparan, harapan kami hukum tetap ditegakkan," katanya.
Di Satuan Reskrim, tiga pria yang sehari-hari bekerja mengantarkan pesanan ayam ke pasar pembangunan itu menjalani pemeriksaan tambahan. Hampil satu jam penyidik meminta keteregan tambahan mereka.
Usai diperiksa, Izul sempat mengungkapkan identitas sejumlah anggota Sabhara yang terlibat aksi pengeroyokan. Mereka adalah Db dan Ne. Identitas Kedua oknum anggota Dit Sabhara Polda ini terkuak karena keduanya sempat menyambangi kediaman Izul untuk meminta damai.
"Saya tahu karena mereka ada ke rumah ngajak berdamai. Bahkan yang satu itu bekas teman sekolah saya," kenang Izul.
Hingga berita ini diturunkan pihak Polres Pangkalpinang belum memberikan keterangan resmiterkait perkembangan penyidikan perkara yang melibatkan sejumlah anggota Dit Sabhara Polda Babel itu.
Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Sophian yang ditemui di ruang kerjanya, enggan berkomentar.
"Kalau soal kasus itu sebaiknya ditanyakan langsung ke kapolres saja," ujar Sophian. (L3)
Simak berita lengkapnya di Harian Pagi Babel News, edisi Selasa, 6 Oktober 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rossi-dan-salah-satu-korban-yanto-saat-mendatngi-polres-pangkalpinang_20151005_123613.jpg)