Minggu, 3 Mei 2026

Kisah Kapolres yang Makan Pucuk Pohon Palem dan Gendong Jasad Bayi

Pagi menjelang. Tim berangkat tanpa sarapan. Sambil menggendong mayat bayi dan serpihan Aviastar, Adex memimpin tim kembali ke posko induk.

Tayang:
Tribun Timur/Sudirman
Kapolres Luwu, AKBP Adex, harus menggunakan tongkat saat ia pulang dari gunung Bajaja sambil menggendong jenazah bayi dalam sarung dan bangkai pesawat Aviastar. 

BANGKAPOS.com - Banyak cerita di balik pencarian korban pesawat Aviastar, yang dialami rombongan Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan.

Pesawat milik maskapai Aviastar bernomor registrasi PK-BRM yang hilang, Jumat (2/10/2015), berhasil ditemukan Tim 30, yang dipimpin Adex bersama 29 anggotanya, Senin (5/10/2015).

Tim berangkat Minggu (4/10) menelusuri lembah, tebing, jurang, dan gunung di Pegunungan Latimojong, dan kembali, Selasa (6/10/2015) dengan membawa 10 jasad penumpang dan kru pesawat nahas ini. Tim sudah menemukan lokasi jatuhnya pesawat Senin (5/10/2015).

BACA: (VIDEO) Pria Ini Tenteng Kepala Istri yang Dipenggalnya di Tengah Keramaian

Pesawat itu ditemukan jatuh di Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (bukan di Kabupaten Enrekang), tiga hari setelah hilang kontak atau hampir 72 jam.

Informasi yang dihimpun tribun-timur.com (Tribunnews.com network), pesawat ditemukan Adex pukul 15.55 wita.

Data dari Google Maps, lokasi penemuan pesawat dengan Bandara Andi Djemma, Masamba, bandara asal pesawat itu, 135 kilometer jika ditempuh melalui jalan kaki.

Wajah Adex masih tampak kelelahan, sehari setelah mengevakuasi sepuluh korban pesawat Aviastar. Langkah kaki Adex kelihatan pincang saat berjalan memasuki ruang kerjanya di Mapolres Luwu, Rabu (7/10/2015).

Mapolres Luwu ramai, kemarin. Sejumlah jurnalis antre di depan pintu ruangan kapolres, pagi hingga siang.

BACA JUGA: PSK Sepi Pelanggan, Mbah Suro Malah Kebanjiran Order

Ajudan kapolres dan sejumlah personel polisi berulang kali mengatakan, "Bapak kelelahan." Bahkan, siang kemarin, Adex, sempat mendapatkan suntikan vitamin agar bisa menyelesaikan semua aktivitasnya di kantor.

Saat Tribun, mulai menanyakan perjalanannya mencari korban Aviastar, wajah Adex menunjukkan kesedihan mendalam. Bahkan, ia seakan menahan air mata untuk tidak keluar membasahi pipinya.

Adex mulai gerilya di Pegunungan Latimojong, Minggu (4/10). Bersama 29 anggota tim, dia mulai menelisik Gunung Gamaru dengan bekal seadanya.

"Tim 30" hanya membawa makanan dan air minum seperlunya. Hari pertama dan kedua, bekal masih terpenuhi. Tebing dan jurang di Gunung Gamaru ditelusuri, pagi hingga sore, di hari pertama. Usai telisik Gamaru, bekal mulai menipis.

BACA JUGA: Inilah Yang Terjadi Jika 2 Minggu tak Bercinta

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved