Selasa, 7 April 2026

Nonon Tawarkan Delapan Pelajar SMP ke Pria Hidung Belang

Pada Kamis (15/10) pagi kemarin, ruang penyidik satuan reskrim Polsek Taman Sari mendadak gaduh

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Hendra
Bangka Pos / Anthoni
Noni Wahyuni alias Nonon saat diamnakan di Polsek Taman Sari 

PANGKALPINANG, BN - Pada Kamis (15/10) pagi kemarin, ruang penyidik satuan reskrim Polsek Taman Sari mendadak gaduh. Sejumlah gadis masih usia belia terlihat hadir hingga suasana ruang pemeriksaan menjadi sesak.

Pantauan wartawan Harian ini, terlihat raut wajah para perempuan usia paruh baya memancarkan amarah.

Hujatan serta cemooh ditujukan mereka terhadap seorang perempuan muda yang tengah diperiksa penyidik di kantor polisi tersebut.

Perempuan muda itu adalah Noni Wahyuni alias Nonon (22). Mereka kesal dan marah setelah mengetahui putri mereka yang masih duduk di bangku SMP dan SMA diduga telah menjadi korban praktik prostitusi.

Enam dari delapan pelajar pelajar ini telah dikeluarkan pihak sekolah. Sementara itu, dua lainnya memilih pindah dari sekolah mereka semula.

Mereka adalah Ar (14), Wa (13), Jh (15), De (14), Wu (13), Sr (15), Wh (15) dan Ay (13). Delapan gadis belia ini diduga telah menjadi korban praktik prostitusi yang ditekuni oleh Nonon.

Dalam kasus ini Nonon diduga berperan sebagai penyedia jasa prostitusi (mucikari). Para gadis belia ini diduga telah ditawarkan Nonon ke pria hidung belang.

"Kami lah lama nyarik ka ne. Ka ni lah yang ngulun anek kami gami gawi kan-kan. (Kami sudah lama mencari kamu ini. Kamu inilah yang mengajak anak kami kerja yang bukan-bukan, red)" cetus salah satu keluarga korban," Kamis (15/10).

Nonon tak mampu berbuat banyak. Ia terlihat pasrah menerima hujatan serta cemooh dari para keluarga korban.

Sesekali wanita yang tinggal di Kecamatan mengusap tetesan air mata yang membasahi pipinya.

Nonon tak menampik jika dirinya pernah menawarkan delapan gadis belia ini kepada seorang pengusaha sawit berinisial A .

Namun itu atas kesepakantan dan kemauan gadis-gadis itu. Bahkan menurutnya gadis-gadis itu yang meminta dirinya mencarikan tamu.

"Memang saya pernah nawarin, tapi itu karena mereka juga mau. Bahkan kadang-kadang mereka yang nelepon minta dicarikan tamu," bebernya.

Menurut Nonon, tarif yang ditawarkan berkisar antara sejuta sampai satu juta setengah.

Praktik prostitusi ini biasa mereka lakukan di sejumlah hotel di Kota Pangkalinang. Dari praktik prostitusi itu Nonon mengaku mendapat bagian Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu.

Sumber: babel news
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved