Luar Biasa Honor Staf Khusus Wali Kota Makassar Kalahkan Gaji Presiden
Satu orang tim pendamping menerima gaji Rp 86,6 juta per bulan, mengalahkan gaji resmi presiden, yaitu Rp 62.740.000 sebulan.
BANGKAPOS.com, MAKASSAR - Gaji Tim Pendamping Wali Kota Makassar menyulut pro dan kontra. Pasalnya, honorarium tim pendamping ini dinilai di atas rata-rata gaji pegawai lainnya.
Rata-rata satu orang dari enam koordinator tim pendamping ini menerima gaji Rp 86,6 juta per bulan.
Pendapatan mereka bahkan lebih tinggi dari gaji resmi presiden, yaitu Rp 62.740.000 sebulan. Apalagi wakil presiden yang hanya Rp 42.160.000.
Gaji para pendamping ini bahkan jauh lebih tinggi dari gaji resmi para menteri, jaksa agung, Panglima TNI, dan pejabat setingkat kementerian yang hanya Rp 18.648.000.
Bahkan gaji keenam koordinator tim pendamping itu lebih tinggi dari gaji resmi Ketua DPR RI, yaitu Rp 30.908.000, Ketua Mahkamah Agung (Rp 24.390.000), dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (Rp 23.940.000).
Malahan lebih tinggi dari gaji resmi Ketua KPK Abraham Samad ketika masih aktif, yaitu Rp 70.225.000.
Akibatnya, sejumlah anggota DPRD Makassar meminta wali kota membubarkan tim pendamping ini.
BACA: Ditilang Mengaku Polisi Pangkat AKP, Bos Kaca Ditangkap
Hanya saja, Danny bersikukuh mempertahankan tim itu. Menurut Danny, biaya yang dikeluarkan Pemkot untuk enam pakar itu lebih murah ketimbang membayar auditor profesional.
Danny mengakui keberadaan tim pendamping itu memang banyak mendapat sorotan. Tetapi, dia menilai, para penyorot itu bersuara karena enggan dipantau secara detail dan profesional.
Polemik di DPRD
Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali, menyebut honor tim pendamping ini bahkan melebihi gaji anggota DPRD Makassar.
"Per bulan rata-rata anggota DPRD gajinya tak sampai Rp 20 juta. Padahal, untuk sampai ke DPRD, kita kampanye," kata Ketua DPC Demokrat Makassar ini.
Adi dalam kapasitas anggota Badan Anggaran berjanji menghapuskan alokasi honor tim pendamping ini.
"Katanya Pemkot mau hemat. Apanya yang hemat kalau uang Rp 6 miliar dihabiskan per tahun untuk item kegiatan yang tujuannya tidak jelas. Lebih baik itu uang dipakai bangun jalan dan sekolah," kata Adi.
BACA: Motif Pria Ini Meledakkan Mal Alam Sutera Masih Misteri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wali-kota-makassar_20151029_053503.jpg)