Masukkan Kode TMP Bisa Tambah Kwh

Jangan buru-buru membuang struk pembelian token listrik karena di bawah struk ada kode yang bisa menambah Kwh.

Masukkan Kode TMP Bisa Tambah Kwh
Facebook
Slip token pelanggan memiliki kode TMP merupakan kompensasi yang diberikan PLN akibat tidak tercapainya Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). Lihat dalam kurung ada nomor token TMP. 

BANGKAPOS.COM, MEDAN - Saat ini, rumor kode penambah Kwh pada struk pembelian Token ataupun listrik prabayar
sedang menghebohkan dunia maya.

Beberapa akun media sosial memposting imbauan agar tidak buru-buru membuang struk pembelian Token. Sebab, di bawah struk ada kode yang bisa menambah Kwh.

Ketika hal ini dikonfirmasi Tribun Medan, Humas PLN Sumut, Mustafrizal pun membenarkan adanya kode tersebut. Dijelaskannya kode yang tercantum di bawah struk pembelian listrik prabayar.

"Iya itu benar adanya, kode yang tertera di bawah token ataupun pembelian listrik prabayar itu bisa menambah KwH," ujarnya Senin (2/11/2015).

BACA: Foto Bugil Gadis Sungailiat, Sudah Tersebar di Facebook

Dijelaskannya, kode itu bagian dari tingkat melayani pelanggan. Sebab, PLN tidak ingin masyarakat yang memakai listrik prabayar rugi. Kode tersebut bisa ditambah dayanya tergantung dari kondisi listrik.

"Jadi, selama ini kan sering pemadaman. Misalnya, di daerah itu, listrik dibeli pelanggan dengan hitungan 100 persen, sementara matinya listrik bisa 12 kali dengan hitungan sekali mati 10 persen ya, jadi hitungannya 120 persen. Nah, yang 20 persen itu diganti PLN melalui kode itu, artinya kita ingin meningkatkan pelayanan dan tidak menginginkan pelanggan rugi," ungkapnya.

Sebelumnya, kabar mengenai penambahan daya jika kita memasukkan kode TMP berawal dari status Facebook.

Hal ini diungkapkan Eko Marhaendy dalam akun Facebooknya. Menurutnya informasi ini mungkin tidak begitu penting bagi pelanggan listrik yang sudah mengerti.

BACA: Wow, Model Topless Layani Pengunjung Restoran

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved