Senin, 8 Juni 2026

Purbaya Tanggapi Rupiah Tembus Rp18.000 per dolar AS: Anda Melihat Saya Panik? Nggak

Purbaya juga bicara soal utang negara di tengah melemahnya rupiah yang tembus sampai Rp18.000 per dolar AS

Tayang:
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Rusaidah
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
MENKEU PURBAYA -- Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp18.000 per dolar AS.
  • Pemerintah memastikan pembayaran utang negara masih dalam batas perhitungan dan skenario APBN.
  • Ganjar Pranowo memberikan kritik dan saran agar pemerintah melakukan efisiensi anggaran serta memulihkan kepercayaan publik.
  • Bank Indonesia dinilai masih memiliki kendali penuh dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

 

BANGKAPOS.COM -- Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa bereaksi terkait nilai rupiah yang terus melemah.

Diketahui rupiah terus melemah hingga tembus sampai Rp18.000 per dolar AS sejak Kamis (4/6/2026).

Terkait hal itu Menkeu Purbaya rupanya tak panik melihat angka tersebut.

Sebab, menurutnya Bank Indonesia (BI) yang mendapat wewenang untuk mengelola stabilitas nilai tukar rupiah, telah menjalankan kebijakannya secara baik. 

"Anda melihat saya panik? Nggak. Pada dasarnya, BI masih menjalankan kebijakan dengan baik dan semuanya masih di bawah kendali mereka," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Peran Bripka Dedy Wiratama yang Jadi Sniper Bekingi Kampung Narkoba, Omzet Rp200 Juta Sehari

"Saya serahkan rupiah ke mereka (BI)," lanjut dia.

Purbaya juga bicara soal utang negara di tengah melemahnya rupiah.

Ia menegaskan sebagian besar surat utang negara punya kupon atau bunga tetap.

Padahal, pembayaran utang pemerintah akan membengkak ketika nilai rupiah terhadap dolar melemah.

Pastikan pembayaran utang negara masih sesuai perhitungan

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kewajiban pembayaran utang pemerintah masih berjalan sesuai dengan proyeksi yang telah disusun oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurutnya, mekanisme pembayaran utang dilakukan melalui kupon yang nilainya relatif tetap. Namun, ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, besaran pembayaran dalam denominasi rupiah memang ikut meningkat.

"Pembayaran utang kan lewat kupon ya. Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," jelas Purbaya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut masih berada dalam batas yang telah diperhitungkan pemerintah sebelumnya.

"Cuma kan gini, ini (pembayaran utang) masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu," urainya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved