Masyarakat Gotong-Royong Bangun Masjid Nurul Huda
Kerja bakti ini mereka lakukan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Huda yang berdiri di perbatasan dua wilayah ini.
SUNGAILIAT, BN -- Gabungan warga dari Dusun Damai Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali dan warga Lingkungan Sripemandang Atas Kecamatan Sungailiat, bergotong-royong, Minggu (1/11). Kerja bakti ini mereka lakukan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Huda yang berdiri di perbatasan dua wilayah ini.
"Warga gabungan dari Dusun Damai Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali dan Warga Lingkungan Sripemandang Atas Kecamatan Sungailiat gotong royong melanjutkan pembangunan masjid," kata Ketua Masjid Nurul Huda H Farizal Siro diwakili Bendahara Masjid, Fahmi ditemui di sela kegiatan gotong-royong, Minggu (1/11) kemarin.
Fahmi menyebutkan, kegiatan gotong-royong berupa pengecoran secara manual di bagian atas masjid. Kegiatan dilalukan mulai dari mencampurkan bahan pasir, semen, batu, air, hingga mengaduk, mengangkat dan menyiramkannya ke tempat yang sudah disiapkan.
"Hari ini (Minggu lalu, red) dilakukan pengecoran secara manual," tegasnya.
Pembangunan masjid ini menurut Fahmi sudah berjalan sejak dua tahun lau. Dalam kurun waktu itu, pelaksanaannya telah menelan dana lebih dari Rp 1 miliar.
"Pembangunan Masjid Nurul Huda sudah berjalan dua tahun lebih, sejak 2013 lalu. Biaya pembangunan Masjid Nurul Huda Sripemandang Atas ini Pertanggal 30 September 2015, sudah menelan dana sekitar Rp 1.072.562.765," kata Fahmi.
Fahmi menyebutkan, proses pembangun belum tuntas. Masih banyak dibutuhkan dana untuk penyelesaian fisik masjid.
"Dana sekitar Rp 1 miliar tadi, itu hanya untuk pembangunan saja (material dan upah), tidak termasuk tanah (nilai pembelian tanahnya)," tambah Fahmi.
Agar masjid ini rampung seutuhnya, Fahmi mengaku butuh suntikan dana tambahan sekitar Rp 700 juta lagi.
"Karena dalam draf pembangunannya. kemarin (Tahun 2013 lalu) sekitar Rp 1,67 miliar, sedangkan dana yang telah dihabiskan (hingga 30 September 2015) sudah sekitar Rp 1 miliar," kata Fahmi.
Sejauh ini, berbagai upaya dilakukan Panitia Pembangunan Masjid Nurul Huda Sripemandang Atas Sungailiat dalam hal penghimpunan dana, termasuk mengajukan proposal ke Pemprov Babel. Usulan itu membuahkan hasil karen Pemprop Babel mengucurkan dana hibah senilai Rp 350 juta.
"Kita sudah mengajukan proposal ke Pemprov Babel, dan baru-baru ini sudah cair yaitu dana hibah dari Provinsi (Pemprov Babel) Tahun 2015 sebesar Rp 350 juta untuk pembangunan Masjid Nurul Huda," katanya.
Dana hibah Rp 350 juta dari Pemprov Babel tadi kata Fahmi, diterima oleh Panitia Masjid Nurul Huda Sungailiat, September 2015 lalu.
"Sebagian dana itu sudah kita pergunakan untuk melanjutkan proses pembangunan masjid ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan sejumlah donatur yang selama ini telah membantu," katanya.
Selain para donatur, Fahmi menyebut warga terus bahu mebahu menyumbangkan dana pribadi. Sumbangan rutin dari warga untuk pembangunan Masjid Nurul Huda, mengalir sejak dua tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bangun-masjid_20151101_114926.jpg)